Jateng tambah dua perunggu dari biliar

·Bacaan 2 menit

Kontingen Jawa Tengah mendapat tambahan dua medali perunggu yang dihasilkan dari ganda putri Angeline Magdalena Tiacolu/Vinda Marthatilova dan Yoni Rachmanto dari cabang olahraga biliar Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua di Mimika, Rabu.

Sepasang medali perunggu itu didapat setelah kedua wakil Jateng tersisih di babak semifinal ganda putri bola sembilan dan snooker six red yang berlangsung di GOR Biliar SP5 Mimika.

Pasangan Angeline/Vinda tersingkir dari babak empat besar setelah dikalahkan ganda putri tuan rumah Silviana Lu/Fatih Setia Utami dengan skor 4-6.

Sementara Yoni dihentikan wakil Jawa Barat Dhendy Kristanto di semifinal snooker six red. Melalui tambahan dua medali ini, Jawa Tengah kini mengantongi total tujuh medali dengan dua emas, satu perak dan empat perunggu.

Pada sesi semifinal lain di nomor yang sama, ganda putri Emilia Putri Rahmanda/Annabella Putri Yohana dari Jawa Timur, serta Oei Kiem Han dari Bali harus berbagi podium di peringkat ketiga.

Pebiliar kakak beradik Emilia/Annabella menelan kekalahan dari wakil DKI Jakarta Fathrah Masum/Desi Aristia dengan skor 5-6. Hasil ini menambah perolehan medali bagi Jawa Timur menjadi satu emas, satu perak, dan tiga perunggu dengan total lima medali.

Capaian Oei Kiem Han hari ini, setelah dikalahkan wakil tuan rumah M.Faizal Zainuri, menjadi perunggu perdana bagi tim Bali, yang sebelumnya mendapatkan satu perak.

Selain kedua nomor di atas, turut ditandingkan pula babak semifinal pada nomor billiard frame yang mencatatkan Muhammad Faisal dari (Riau) dan Marlando Sihombing (Sumatera Utara) sebagai peraih perunggu.

Faisal dikalahkan pebiliar Sumatera Utara Jaka Kurniawan, sementara Marlando dihentikan Jahja Johanes Halim dari Jakarta.

Kontingen Sumut kini menambah perolehan medali menjadi sembilan keping dengan empat perak dan lima perunggu. Sedangkan Riau kini menggandakan perunggu mereka menjadi dua medali.

Baca juga: Angeline Ticoalu beri Jateng tambahan emas lewat biliar bola sembilan
Baca juga: Rico Wijaya masih berambisi tambah emas biliar untuk Jateng
Baca juga: POBSI akui edukasi "sport science" di kalangan biliar masih sulit

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel