Jatim Catat Inflasi 0,18 Persen pada Oktober

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,18 persen pada Oktober 2021 dengan kenaikan pada seluruh indeks kelompok pengeluaran.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Dadang Hardiwan mengatakan, dari 11 kelompok pengeluaran, seluruhnya mengalami inflasi dengan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,52 persen.

"Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Oktober 2021 antara lain minyak goreng, rokok kretek filter, daging ayam ras, cabai merah, angkutan udara, jeruk, sop, bubur, beras, dan anggur," kata Dadang dikutip dari Antara, Selasa (2/11/2021).

Selain itu, pada Oktober 2021 dari sebelas kelompok pengeluaran, lima kelompok memberikan sumbangan inflasi cukup besar dan enam kelompok lainnya memberikan andil inflasi yang sangat kecil.

Kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan inflasi, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,07 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,04 persen, kelompok transportasi sebesar 0,03 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sedangkan kelompok yang memberikan andil inflasi sangat kecil adalah kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok kesehatan, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, kelompok pendidikan, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Surabaya Tertinggi

Sementara itu, berdasarkan perhitungan angka inflasi di delapan kota indeks harga konsumen (IHK) Jawa Timur sepanjang Oktober 2021, seluruhnya mengalami inflasi.

Kota yang mengalami inflasi tertinggi yaitu Surabaya sebesar 0,20 persen, disusul Malang 0,19 persen, Kediri 0,18 persen, Probolinggo 0,13 persen, Madiun 0,09 persen, Jember 0,04 persen, serta Banyuwangi dan Sumenep masing-masing sebesar 0,02 persen.

"Jika dibandingkan tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Oktober 2021) di delapan kota IHK Jawa Timur, Surabaya merupakan kota dengan inflasi tahun kalender tertinggi yaitu mencapai 1,64 persen. Sedangkan, kota yang mengalami inflasi tahun kalender terendah adalah Banyuwangi sebesar 0,58 persen," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel