Jatim Dorong Pemanfaatan Telemedik untuk Pantau Kesehatan Masyarakat

Zulfikar Husein

VIVA – Provinsi Jawa Timur masih menjadi daerah dengan kasus virus Corona tertinggi di Indonesia. Maka dari itu, Jawa Timur berupaya untuk mendorong pentingnya pemanfaatan telemedik dalam membantu diagnosis dan memantau kesehatan masyarakat.

Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, Emil Dardak, mengatakan, layanan telemedis atau diagnosis kesehatan secara online bisa menjadi salah satu solusi dalam menjaga kesehatan. Terlebih, saat pandemi COVID-19 seperti ini, warga diharuskan mematuhi protokol jaga jarak, termasuk dengan tenaga medis.

"Ini upaya yang sifatnya promotif dan preventif, karena sumber penyakit saat ini banyak sekali. Makanan saja bisa jadi sumber penyakit kalau salah mengelola," ujar Emil, dalam Konferensi Kesehatan Digital, We The Health, Sabtu 27 Juni 2020.

Emil menambahkan, saat ini kesehatan adalah isu yang paling menjadi sorotan di Indonesia. Karena itu, Emil menekankan, akses kesehatan secara daring bisa menjadi arus utama pada masa krisis seperti ini.

Dia pun menjelaskan, di Jawa Timur penerapan telemedis sudah berjalan cukup baik. Emil mengklaim, saat ini hampir 70 persen fasilitas kesehatan dan rumah sakit telah terkoneksi dengan layanan telemedis.

"Pegiat telemedicine harus mengawal ini supaya di daerah, khususnya di desa tak ada kendala dengan akses internet. Jadi, rekam medis pasien ini bisa dilakukan termasuk COVID-19 dengan kami memastikan data NIK-nya dan KK-nya," ucapnya.

Demi mendorong optimalisasi telemedis, mantan Bupati Trenggalek itu mengusulkan, sinergi, ketepatan dan keselarasan telemedik antara pusat dengan daerah. Apalagi, telemedis merupakan standar wajib pelayanan bagi rumah sakit daerah. Akan tetapi, pemerintah daerah masih terkendala dari sisi investasi.

Emil pun berinisiatif untuk meningkatkan kerja sama antara pusat dan daerah dengan swasta dalam pengembangan telemedik. "Aturan ini harus dipertegas, karena dengan kerja sama PPP (public private partnership) dapat mengurangi beban pemerintah, menumbuhkan swasta, dan mendorong efisiensi," tuturnya.

Baca Juga: Catat, 5 Tips Atur Keuangan Pribadi di Era New Normal