Jatim koleksi empat emas taolu untuk pegang kendali wushu

·Bacaan 2 menit

Kontingen Jawa Timur sementara memegang kendali klasemen perolehan medali cabang olahraga wushu PON XX Papua dengan mengoleksi empat emas dari nomor taolu.

Dua keping emas Jatim yang diperoleh Bobie Valentinus Gunawan dan Alisya Mellynar dari nomor taolu kombinasi taiji jian/taiji quan pada Kamis (30/9), disandingkan dengan dua emas lagi yang didapat Felda Elvira di nomor taolu kombinasi dao shu/gun shu dan Muhammad Daffa Golden dari nomor jian shu/qiang shu pada perlombaan yang berlangsung di GOR Futsal Dispora, Kabupaten Merauke, Jumat.

Kontingen DKI Jakarta membuntuti di peringkat kedua dengan koleksi tiga emas, yang dipersembahkan oleh Edgar Xavier Marvelo dari nomor chang quan dan taolu kombinasi dao shu/gun shu, serta Nandira Mauriskha dari nomor taolu chang quan.

DKI Jakarta nyaris memenuhi target empat emas mereka lebih awal, namun penampilan Nandira di nomor kombinasi jian shu/qiang shu kurang memuaskan saat ia sedikit goyah pada permainan tombak dan harus merelakan medali emas jatuh ke Zoura Nebulani asal Jawa Barat.

Sementara kontingen Sumatera Utara perlu tiga hari untuk membawa pulang medali emas pertama mereka dari wushu setelah Harris Horatius meraup poin tertinggi 9,70 di nomor nan gun, diakumulasikan dengan 9,45 dari nan quan demi mengalahkan wakil Jatim William Ajinata yang harus puas dengan medali perak.

Di nomor kombinasi nan quan/nan dao putri, Juwita Niza Wasni melakukan sujud syukur di pinggir lapangan setelah merebut akumulasi poin tertinggi 9,68/9,69 demi mempersembahkan medali emas kedua bagi Sumut.

Setelah sepuluh emas telah diperebutkan, nomor taolu menyisakan dua pertandingan lagi, yaitu nomor beregu duilian yang akan dimainkan pada Minggu.

Pelatih wushu Jatim Sherly Hoediono berharap pasangan Seraf Naro Siregar/Muhammad Daffa Golden Boy dapat tampil maksimal di nomor beregu nanti sehingga timnya bisa memenuhi target lima emas di PON Papua.

Sedangkan di nomor duilian putri, Jatim bertumpu kepada Natlia Chriselda Tanasa/Benedicta Rafaella Karolusia Prasetyo.

"Besok harusnya minimal satu emas," kata Sherly, yang mantan atlet wushu nasional itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel