Jatim raih medali emas pertama sepatu roda di nomor 3.000m putra

·Bacaan 1 menit

Kontingen Jawa Timur akhirnya meraih medali emas pertama cabang sepatu roda di nomor relay 3.000m putra setelah dalam beberapa pertandingan terakhir kesulitan untuk menjegal dominasi DKI Jakarta dan tuan rumah Papua.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Klemen Tinal Roller Sport, Kota Jayapura, Kamis, Jatim menurunkan atlet putra andalan Jitasabha Nikko Amrullah, Raffiuddin Helmi, Yossy Adtya Nugraha, dan Muhammad Habib Aulia.

Keempatnya sukses menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4 menit 19,225 detik. Sementara DKI Jakarta yang menerjunkan Barijani Mahesa Putra, Jurnalis Nurhakim, Syah Arya Fikri, dan Tias Andira harus puas meraih medali perak dengan catatan waktu 4 menit 19,260 detik.

Jawa Barat yang menurunkan Aiko Eugenius Laksono, Azmi Al Ghiffari, Elvio Augurius, dan Radika Rais Ananda harus puas di posisi ketiga setelah kalah tipis dari DKI Jakarta dengan catatan waktu 4 menit 19,296 detik.

Pelatih sepatu roda tim Jatim, Risya Fallah, mengaku bangga atas kerja keras yang ditampilkan keempat atlet yang akhirnya bisa membawa pulang medali emas.

"Terima kasih kepada pendukung dan warga Jatim. Memang hasil ini sudah lama dinanti karena kami belum meraih emas dan hari ini sangat bersyukur. Mudah-mudahan pada lomba selanjutnya di Jembatan Youtefa dapat medali lagi," kata dia .

Sementara itu di nomor relay 3.000m putri, DKI Jakarta kembali menegaskan dominasinya dalam meraih medali emas. Empat atlet DKI sukses mencatatkan waktu tercepat 4 menit 40,022 detik.

Medali perak diraih Papua dengan catatan waktu 4 menit 41,300 detik, dan medali perunggu diperoleh Jawa Barat dengan catatan waktu 4 menit 41,486 detik.

Baca juga: Minimnya adaptasi lapangan buat tim sepatu roda Jabar sulit bersaing
Baca juga: Tim sepatu roda Malut sumbang medali perdana di PON Papua
Baca juga: Mahasiswa Vokasi UI raih medali emas dan perak sepatu roda PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel