Jatuh Bangun Miss USA 2020 Berjuang Melawan Penyakit Lyme Selama 24 Tahun

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Mungkin ini menjadi ungkapan yang menggambarkan kondisi yang dihadapi oleh Miss USA, Allyshia Gupta. Meski terpilih menjadi ratu kecantikan di Amerika, nyatanya Gupta tetap harus berjuang dengan penyakit Lyme yang diidapnya.

Gupa telah menderita selama lebih dari 20 tahun dengan penyakit Lyme. Ia diagnosa dengan penyakit ini saat berusia 2 tahun dan tidak pernah menceritakannya kepada siapapun karena takut diremehkan.

"Saya tidak ingin seseorang ragu mempekerjakan saya karena berpotensi cacat dan tidak dapat melakukan ini dan itu. Ini sangat rumit dan bukan merupakan sesuatu yang orang ketahui seperti kanker atau diabetes," ungkap Gupta.

Namun seiring berjalannya waktu, Gupta memberanikan diri untuk lebih terbuka dengan penyakitnya. Terutama saat beberapa hari sebelum kompetisi Miss USA dimulai. Ia berharap dengan lebih terbuka bisa membantu orang lain.

Stres memperburuk kondisi

Simak cerita Miss USA yang menderita penyakit lyme (Foto: instagram/allyshiagupta)
Simak cerita Miss USA yang menderita penyakit lyme (Foto: instagram/allyshiagupta)

"Sekarang saya telah membuktikan diri dan melakukan sesuatu yang besar, seperti memenangkan Miss USA. Saya merasa seperti berada di tempat yang sangat nyaman dengan siapa saya dan kemampuan saya," ungkap Gupta.

Setelah didiagnosis menderita Lyme saat balita, Gupta menjalani semua perawatan yang diperlukan. Seperti antibiotik dan spinal tap. Namun penyakit ini menjadi begitu agresif sehinga membuat Gupta menderita kelumpuhan di bagian wajah dan akhirnya koma.

Untuk sementara, penyakit itu hilang. Namun di usia 8 tahun penyakit itu kembali muncul. Penyakit ini akan kembali muncul dalam bentuk kelelahan seirin dengan bertambahnya usia. Gupta kerap merasakan rasa sakit dan pegal di seluruh tubuh hingga tidak bisa turun dari tempat tidur. Tentu, ini menjadi sesuatu yang melelahkan dan memicu stres.

Setelah saudara laki-lakinya meninggal karena kecelakaan saat Gupta berusia 16 tahun, ia mulai memperhatikan bagaimana pola stres atau peristiwa besar akan memicu gejala penyakit yang ia derita. Menyadari bahwa stres yang ia alami bukan hanya karena kematian saudaranya, Gupta memutuskan untuk konsultasi ke dokter.

Akibat stres, gejala penyakit lyme yang dialami Gupta semakin parah. Dimulai dari kelelahan, pandangan yang kabut, hingga keram di seluruh tubuh. Antidepressan yang diberikan dokter tidak banyak membantu menghilangkan rasa sakit yang ia rasakan.

Mulai menjalani makan sehat

Gupta memutuskan untuk mengendalikan hidupnya dan secara aktif mengelola apa yang bisa ia lakukan untuk mencegah gejalanya memburuk. Ia mulai dengan makan bersih dan memantau apa yang dia lakukan terhadap tubuhnya serta menghindari pemicunya.

Tidak banyak yang bisa ia lakukan semasa kuliah karena tidak bisa begadang. Jika ia begadang, ia akan merasakan tubuhnya seperti dihantam truk pada keesokan harinya. Butuh waktu beberapa hari untuk mengembalikan kondisi tubuhnya yang prima.

Karena tidak pernah terbuka akan penyakitnya, Gupta harus sering memberi alasan ketika tidak dapat menghadiri janji pertemuan atau tugas kelompok. Lagi-lagi alasan takut dikucilkan membuatnya memilih diam dan menderita sendiri.

Namun setelah bisa bercerita dengan banyak orang, Gupta menjadi lebih lega. Ia tidak harus lagi berbohong dan membenarkan diri atas penyakit yang ia derita.

Simak video berikut ini

#changemaker