Jatuhnya Asteroid di Planet Mars Ungkap Rahasia Mengejutkan

Merdeka.com - Merdeka.com - Manusia sudah mengirim berbagai robot penjelajah ke Mars. Robot-robot penjelajah itu pun diketahui sudah merekam berbagai aktivitas di permukaan Mars.

Salah satunya seperti robot penjelajah milik Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) bernama InSight lander.

Pada 26 November 2018 lalu, robot penjelajah InSight lander berhasil mendarat dengan mulus di permukaan Mars. Misi di permukaan Mars pun dimulai ketika robot itu berhasil dihidupkan dari Laboratorium Propulsi Jet di Pasadena, California, Amerika Serikat (AS). Demikian dikutip dari CNN, Selasa (1/11).

Berbagai penemuan di Mars, seperti gempa hingga komposisi inti planet berhasil ditemukan oleh robot penjelajah itu.

Namun misi InSight lander akan berakhir karena berbagai debu yang tertumpuk di panel suryanya. Dalam beberapa pekan pun, robot penjelajah itu tidak dapat lagi melakukan penelitiannya di Mars.

Meski misinya akan berakhir, namun InSight lander nyatanya masih dapat menemukan hal-hal baru di permukaan Mars, salah satunya seperti peristiwa yang diyakini sebagai gempa pada 24 Desember tahun lalu.

Gempa magnitudo 4 itu nyatanya terjadi karena tubrukan batu luar angkasa atau asteroid di permukaan Mars. Lokasi jatuhnya asteroid diketahui hanya berjarak beberapa ribu kilometer dari lokasi robot penjelajah itu.

Kawah besar pun terbentuk setelah tubrukan asteroid itu. Tubrukan itu memperlihatkan bongkahan es yang berkilauan di tempat yang tidak pernah diduga awalnya, yaitu di wilayah ekuator Mars yang bersuhu hangat.

Karena es yang muncul dari tubrukan itu, para ilmuwan mulai menguji mikroba yang dinamakan mereka "Conan the Bacterium" untuk hidup di kondisi yang mirip dengan permukaan Mars.

Berdasarkan penelitian, para ilmuwan menemukan organisme kecil kuat bertahan hidup pada kondisi yang keras. Ilmuwan pun yakin mikroba-mikroba dapat ditemukan di bawah permukaan Mars.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]