Jawa Barat Gencarkan Rapid Test Antigen Massal kepada Wisatawan

Mohammad Arief Hidayat, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gugus Tugas COVID-19 Jawa Barat memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk dari wisatawan untuk memutus rantai penularan COVID-19 dengan rapid test antigen. Pengetatan untuk menghindari lonjakan kasus positif dan memunculkan klaster penularan COVID-19 saat libur panjang Natal dan tahun baru.

“Jelang libur Natal dan tahun baru, kami akan melakukan operasi di pintu masuk Jawa Barat, dan kami akan menyiapkan rapid test antigen. Kalau ada yang positif, kami akan kembalikan ke daerah asal,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum pada Rabu, 22 Desember 2020.

Petugas menyiapkan 65.000 unit alat rapid test antigen. Rinciannya, 40.000 unit dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 25.000 unit dari pengadaan Belanja Tak Terduga (BTT).

Menurut Uu, kesembuhan pasien COVID-19 di Jabar meningkat menjadi 82,46 persen. Sedangkan tingkat kematian menurun menjadi 1,47 persen. "Kasus penyebaran masih tinggi. Namun, setelah pekan lalu ada delapan daerah berstatus zona merah atau risiko tinggi, pekan ini menurun menjadi dua daerah," katanya.

Dua daerah berstatus zona merah, yakni Kabupaten Karawang dan Kota Depok. Selain itu, lima daerah berstatus zona kuning atau risiko rendah, yaitu Kabupaten Pangandaran, Cianjur, Tasikmalaya, Indramayu, dan Subang. Sementara itu, 20 daerah lainnya masuk zona oranye atau risiko sedang.

Uu menilai, kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan amat penting dalam mencegah penularan COVID-19. Karena itu, Uu mengimbau masyarakat Jabar untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan sambil menunggu vaksin COVID-19 tersedia untuk umum.

"Diharapkan kesabaran masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan sambil menunggu vaksin datang. Presiden juga menginstruksikan untuk kabupaten/kota serta provinsi untuk anggaran belanja vaksin. Tapi kita akan menunggu dulu instruksi secara tertulis agar dapat mengambil kebijakan dengan dasar yang bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak