Jawa Barat Jadi Lokasi Favorit Pencari Rumah

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Rumah.com merilis hasil survei mengenai bisnis sektor properti satu tahun terakhir dan juga perubahan perilaku pencari hunian atau rumah. Survei ini juga melihat adaptasi pelaku industri di Indonesia terhadap pandemi covid-19.

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan, situasi pandemi memaksa responden lebih banyak meluangkan waktu di rumah rupanya memberikan sudut pandang baru. Biasanya orang lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah dan menganggap rumah hanya tempat untuk beristirahat, kini lebih sadar akan pentingnya memiliki tempat tinggal yang lebih berkualitas.

Kedua, kebutuhan untuk menjaga jarak atau social distancing dan pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah, membuat banyak perusahaan menerapkan bekerja dari rumah atau WFH (work from home). Hal ini membuat banyak orang menjadi sadar bahwa bekerja tidak harus di kantor, atau bahkan lebih jauh lagi tidak harus di kota besar yang hiruk pikuk.

"Lebih dari separuh atau sekitar 53 persen responden mengaku terpikir untuk mencari hunian di luar wilayah Jabodetabek jika bisa terus menjalani sistem kerja WFH atau remote working," ujar Marine, Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Wilayah-wilayah yang akan dipertimbangkan jika para pencari rumah bisa tinggal di luar Jabodetabek adalah Jawa Barat dinyatakan oleh 42 persen responden, Yogyakarta dinyatakan oleh 27 persen responden, Jawa Tengah dinyatakan oleh 19 persen responden, Bali dinyatakan oleh 17 persen responden, Jawa Timur dinyatakan oleh 15 persen responden dan Banten dinyatakan oleh 10 persen responden.

Temuan lain dari Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2021 menunjukkan bahwa dampak dari menghabiskan lebih banyak waktu dihabiskan di rumah selama pandemi ini terlihat bahwa 33 persen responden menyatakan mereka menjadi memikirkan untuk memiliki rumah.

"Sementara 26 persen responden menyatakan mereka ingin merenovasi atau menggunakan kembali ruangan yang ada di rumahnya, dan 12 persen responden menjadi memikirkan untuk pindah dari lokasi mereka saat ini. Sementara 53 persen responden berencana untuk membeli hunian tahun ini atau dalam 1 hingga 2 tahun ke depan," jelas Marine.

Rumah.com Consumer Sentiment Study ini adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerjasama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura.

Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 1078 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada bulan Juli hingga Desember 2021. Survei ini dilakukan oleh Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di tanah air.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Selama Pandemi Covid-19 Banyak Masyarakat Beli Rumah

Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah bersubsidi di Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/2/2021). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. meyakini tahun ini menjadi tahun pemulihan bagi sektor properti khususnya rumah tapak. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah bersubsidi di Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/2/2021). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. meyakini tahun ini menjadi tahun pemulihan bagi sektor properti khususnya rumah tapak. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan pandemi Virus Corona banyak mengubah pola hidup masyarakat. Termasuk meningkatkan kesadaran terkait kepemilikan rumah secara mandiri.

"Pandemi meningkatkan kesadaran dan dorongan untuk memiliki rumah. Masyarakat sekarang dipaksa bekerja dan belajar dari rumah masing-masing," ujar Marine dalam diskusi online, Selasa (17/3/2021).

Marine mengatakan, seiring dengan meningkatnya kesadaran kepemilikan rumah, penundaan transaksi pembelian properti juga terus menurun. Artinya, permintaan kepemilikan rumah meningkat.

"Penundaan transaksi properti mulai berkurang. Di saat yang sama keraguan makin banyak keraguan melihat proyek secara langsung. Karena diwajibkan bekerja dari rumah," jelasnya.

Sementara itu, Rumah.com juga mencatat semakin banyak pekerja di Jakarta menginginkan tinggal di luar Jakarta. Hal ini membuat permintaan kepemilikan rumah di luar Jakarta meningkat.

"Mereka ingin tinggal di luar Jakarta. WFH membuat jadi sadar bekerja tak harus dari kantor dan dari kota besar yang hiruk pikuk. 53 persen pekerja ingin tingal di luar Jakarta jika masih bisa WFH," paparnya.