Jawa Barat Perpanjang PSBB Proporsional hingga 31 Mei 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung Pemerintah Jawa Barat memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara Proporsional hingga 31 Mei 2021. Sebelumnya PSBB Proporsional di Jabar ditetapkan berakhir pada 17 Mei 2021.

Perpanjangan tersebut mengacu ke Keputusan Gubernur (Kepgub) Jawa Barat Nomor: 443/Kep.263-Hukham/2021 tentang Perpanjangan Kedelapan Pemberlakuan PSBB secara Proporsional di Provinsi Jawa Barat, diteken oleh Gubernur Ridwan Kamil pada Senin (17/5/2021).

Menurut Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jawa Barat Daud Achmad, keputusan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19.

"Pemberlakuan PSBB secara Proporsional disesuaikan dengan kewaspadaan daerah di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Semua pihak, khususnya masyarakat, harus turut terlibat dalam pengendalian COVID-19," ujar Daud, Minggu (23/5/2021).

Kedisiplinan Masyarakat Kunci Tekan Kasus COVID-19

Daud menekankan, kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan amat penting dalam pengendalian sebaran COVID-19 saat PSBB secara Proporsional berlangsung. Banyak bukti ilmiah menunjukkan, penerapan protokol kesehatan efektif cegah penularan COVID-19.

Daud menegaskan masyarakat wajib menerapkan ketentuan PSBB secara proporsional. Selain itu masyarakat harus konsisten menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penularan COVID-19.

"Karena masyarakat dan pemerintah menjadi garda paling depan menangani pandemi. Kalau protokol kesehatan diterapkan dengan ketat, kami yakin pengendalian COVID-19 dan pemulihan ekonomi di Jabar dapat berjalan bersamaan," kata Daud.

Daud meminta masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan sebelum beraktivitas di luar rumah, seperti rutin mengecek suhu tubuh.

Jika suhu tubuh tinggi dan kondisi badan tidak enak, masyarakat harus memeriksakan kesehatan dan diam di rumah.

"Mari sayangi diri sendiri dengan rutin mengecek kondisi tubuh. Dengan begitu, kita juga akan melindungi keluarga, orang-orang, dan masyarakat di lingkungan kita," ucap Daud.

Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China

Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel