Jawa Barat Puji Jawa Tengah yang Cegah Warga Kudus Bepergian

·Bacaan 1 menit

VIVA – Satgas COVID-19 Jawa Barat belum memberlakukan pengetatan di perbatasan untuk menutup celah penyebaran varian baru COVID-19 dari India di Kudus, Jawa Tengah.

"Untuk wilayah perbatasan, tidak ada treatment khusus. Tapi, kami apresiasi langkah Gubernur Jateng yang minta masyarakat [Kudus], khususnya, untuk tinggal di rumah beberapa hari ke depan," ujar Ketua Harian Satgas COVID-19 Jawa Barat Daud Achmad kepada wartawan, Senin, 14 Juni 2021.

Daud menerangkan, hingga kini belum ada laporan varian baru COVID-19 dari India masuk ke Jawa Barat dan dia berharap memang tidak ada.

Tren peningkatan kasus penularan COVID-19 muncul setelah libur Lebaran 2021. Satgas Penanganan COVID-19 mengungkap, tiga pekan usai Idul Fitri, kenaikan kasus virus corona mencapai 53,4 persen.

Kondisi ini menyebabkan tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) perawatan di rumah sakit rujukan COVID-19 pun naik. Bersamaan dengan itu, varian baru virus corona, yang lebih cepat menular, ditemukan muncul di berbagai daerah.

Lonjakan kasus virus corona setelah libur Lebaran terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Kudus, Jawa Tengah. Menurut data yang diungkap Satgas Penanganan COVID-19, tiga pekan pasca-Lebaran kasus virus corona di Kudus melonjak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel