Jawa Barat Terus Tingkatkan Tes Covid-19, Kota Cirebon Masuk Zona Merah

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Bandung Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama kabupaten/kota terus meningkatkan tes COVID-19 untuk mencegah penularan COVID-19 pascalibur lebaran. Pemda melakukan 3.400 tes acak per hari di 17 titik perjalanan.

“Semuanya kita antisipasi dengan random sampling antigen di 17 titik. Hal itu juga terus kita lakukan. Tes kita kan ada dua lapis, di jalan itu terjadi di 17 titik dikali 200 pengetesan per hari,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai Rapat Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (24/5/2021).

Dengan tes acak, Gubernur berharap sepulangnya warga dari kampung halaman mereka status COVID-19 mereka dapat diketahui apakah reaktif atau tidak. Jika reaktif, maka yang bersangkutan wajin tes PCR.

“Dengan begitu katakanlah dia kena COVID-19, ketika balik lagi ke tempat asalnya jangan sampai merugikan RW tempat dia bekerja. Karena total yang positif menurut laporan ada sekitar 150 orang, mayoritas di perjalanan dan di tempat pariwisata,” ungkapnya.

Gubernur telah menginstruksikan posko RT/RW melaporkan warganya yang diam- diam mudik ke kampung halaman. “Kalau hilang berarti mudik, kalau muncul lagi setelah hilang selama lebaran itu wajib dilaporkan dan dijadikan subyek pengetesan di level PPKM Mikro,” tambahnya.

Karantina Pemudik Nakal

Langkah antisipasi lain, Pemda Provinsi bersama bersama pemkab/pemkot telah mengkarantina 17.000 pemudik nakal yang lolos penyekatan pada periode pelarangan mudik dan pengetatan perjalanan yang baru berakhir 24 Mei 2021.

Gubernur mengapresiasi kinerja posko RT/RW yang sigap merespons kedatangan pemudik di lingkungan mereka dengan menyuruh mereka mengarantina sendiri di rumah masing- masing atau menyediakan ruang – ruang isolasi, selama lima hari sesuai instruksi pemerintah pusat.

“Terima kasih kepada desa-desa yang sudah disiplin isolasi mandiri bagi pemudik yang datang. Karena ada sekitar 1.700-an pemudik langsung di isolasi di desa-desa yang melakukan isolasi mandiri kepada mereka yang nekat mudik,” ungkapnya.

Selama kampanye pelarangan mudik dan pengetatan perjalanan 6-24 Mei 2021, tercatat sebanyak 220.000 kendaraan berhasil diputarbalikan petugas.

“Sekitar 220 ribu kendaraan pemudik itu dibalikkanankan. Kemudian kendaraan yang keluar Jabar sekitar 300 ribu dan yang datang ke Jabar juga sama jumlahnya. Hingga saat ini masih ada yang belum kembali sekitar 30 ribu kendaraan,” sebutnya.

Cirebon Zona Merah

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat Rapat Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (24/5/2021). (Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat Rapat Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (24/5/2021). (Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar)

Dalam rapat bersama forkopimda, Gubernur Ridwan Kamil meminta semua pihak terkait berfokus pada penanganan COVID-19 di Kota Cirebon. Pasalnya minggu ini Kota Udang menjadi satu-satunya daerah zona merah di Jabar.

“Jadi kita akan fokus seminggu ke depan di Kota Cirebon. Karena kita duga Kota Cirebon menjadi tujuan perlintasan mudik, dan juga memang destinasi pariwisata. Jadi kita akan melakukan proses pergerakan untuk memastikan Kota Cirebon kembali tidak merah,” tegasnya.

Sementara itu dilaporkan, tingkat kedisiplinan prokes warga selama lebaran menurun ke angka 76 persen tapi saat ini kembali meningkat di atas angka 80 persen. “Hari ini dilaporkan kedisiplinan masker, jaga jarak naik lagi diatas 83-85 persen,” sebutnya.

“Mudah-mudahan kedisiplinan warga bisa dipertahankan dan ekonomi terus berjalan, walaupun banyak ketidaknyamanan seperti yang kita lakukan sekarang,” tambahnya.

Tingkat Keterisian Tempat Tidur Naik 31%

Di sis lain, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) per minggu ini mengalami kenaikan menjadi 31,76 persen. Sedangkan angka kesembuhan juga terus meningkat selama empat pekan terakhir sebesar 89,13 persen.

Perihal vaksinasi, Jabar saat ini masih fokus lansia sebelum dilanjut vajsinasi tahap ketiga masyarakat rentan secara geospasial serta sosial ekonomi.

“Vaksinasi kita fokus buat lansia. Saya apresiasi Kota Bandung. Penyuntikan vaksinasi lansianya sudah di atas 30 persen. Menandakan ini menjadi contoh karena memang Jabar itu penduduknya sangat besar,” ucapnya.

“Jadi kalau membahas Jabar pakai persentase, memang agak repot. Tapi berdasarkan jumlah aslinya kita sudah mendekati empat juta orang yang berhasil divaksinasi,” katanya.

Total, cakupan vaksinasi Jabar dari tahap pertama dan kedua saat ini sudah mencapai angka 3.470.945 dosis atau 66,08% dari total distribusi vaksin.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel