Jawa Tengah Pertahankan Kedudukan Badan Publik Informatif 4 Kali Beruntun

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengikuti uji publik keterbukaan informasi tingkat nasional tahun 2022 oleh Komisi Informasi Pusat di Jakarta. Ganjar mengatakan pemaparan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan informasi publik yang baik untuk masyarakat.

Ganjar hadir sebagai pimpinan tertinggi badan publik Provinsi Jateng. Adapun aspek penilaian materi yang ditentukan tim presentasi KI Pusat Republik Indonesia, yaitu inovasi, strategi dan klarifikasi.

"Intinya ada satu harapan besar dari pemerintah termasuk pemerintah daerah yang makin hari makin memperbaiki kualitas pelayanan informasi publik," kata Ganjar dilansir Antara, Rabu (2/11).

Pada kriteria inovasi, materi yang dinilai yaitu inovasi pelayanan informasi publik yang berkesinambungan dan inovasi pelayanan informasi publik dalam masa pandemi COVID-19. Lalu kriteria strategi, materi yang dinilai adalah program, kebijakan dan rencana aksi dalam mewujudkan badan publik yang terbuka.

Di Jawa Tengah, Ganjar menerapkan kebijakan bahwa setiap organisasi perangkat daerah (OPD) wajib memiliki satu akun media sosial yang digunakan sebagai layanan aduan masyarakat.

Tak hanya itu, untuk membuat pemerintahan yang transparan, Ganjar juga melakukan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di setiap kabupaten dan kota se-Jawa Tengah agar aspirasi yang terserap dari masyarakat bisa maksimal.

Hal tersebut pun menjadi faktor yang membuat Pemprov Jateng mendapatkan nilai sempurna atau 100 poin pada tahap penilaian Self Assessment Questionnaire (SAQ).

"Bagaimana semua bisa transparan, akseptabel, dan masyarakat bisa mendapat informasi dengan mudah presisi. Kita memberikan informasi tidak boleh hoaks, dan kita memanage itu kaitan dengan kepentingan masyarakat yang lebih banyak, sehingga edukasi bisa lebih banyak dan semua bisa berbenah," kata Ganjar.

Menurut dia, dengan pelayanan informasi yang transparan terhadap masyarakat, maka tindak pencegahan korupsi bisa terus dilakukan dan tingkat integritas kian meningkat.

"Kalau itu (informasi) transparan, itu bisa mencegah korupsi, integritasnya akan kelihatan," ujarnya lagi.

Di bawah kepemimpinan Ganjar, Provinsi Jateng juga berhasil mempertahankan kedudukan sebagai Badan Publik Informatif 4 kali berturut-turut sejak tahun 2018. Kendati demikian, kata Ganjar, prestasi yang diraih tetap harus dipertahankan dan yang masih kurang optimal mesti lebih ditingkatkan lagi.

"Mudah-mudahan itu bisa bertahan dan bisa lebih baik lagi dengan tambah inovasinya, sehingga nanti semua bisa berbagi pengalaman. Dari pengalaman yang menurut penilaian itu bagus, ya kita tularkan, yang kurang kita perbaiki. Kita juga masih belum sempurna," kata Ganjar Pranowo pula. [ray]