Jawa Tengah Raih Posisi 1 Sebagai Provinsi Inovatif di Anugerah Inovasi Indonesia Award

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Penghargaan bergengsi tingkat nasional kembali diraih oleh Provinsi Jawa Tengah. Pada ajang Anugerah Inovasi Indonesia Award yang diselenggarakan oleh Kemenristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional, Jateng berhasil meraih penghargaan tingkat pertama sebagai Provinsi Inovatif. Di posisi kedua ada Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Timur di posisi ketiga.

Penghargaan diterima langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diserahkan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro di Auditorium BJ Habibie Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Acara Anugerah Inovasi Indonesia Award dibuka melalui virtual oleh Presiden Joko Widodo. Kegiatan juga dihelat dengan pameran atau expo secara virtual.

"Peringkat satu Provinsi Jawa Tengah. Dan diterima oleh Gubernur Jawa Tengah bapak haji Ganjar Pranowo. Silahkan bapak untuk bisa naik ke atas panggung," kata pembawa acara di lokasi.

Mengenakan pakaian batik warna cokelat, Ganjar berdiri di atas panggung. Di sampingnya berdiri perwakilan beberapa pemerintah kabupaten di Jawa Tengah yang juga meraih anugerah Kabupaten/Kota Inovatif yakni Kota Surakarta, Kota Semarang, Kabupaten Pati, Kendal dan Wonogiri.

Ganjar mengatakan penghargaan ini merupakan bentuk keseriusan provinsi, kabupaten dan kota di Jateng.

"Mereka itu, kreasi, riset dan inovasi menjadi kebiasaan," kata Ganjar kepada pewarta di lokasi acara.

Efek Stimulus dari Pemerintah Pusat

Penghargaan diterima langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diserahkan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro di Auditorium BJ Habibie Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (10/11/2020).
Penghargaan diterima langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diserahkan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro di Auditorium BJ Habibie Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Dia menilai pemerintah pusat tak henti-hentinya memberikan stimulus agar inovasi daerah bisa terus berkembang. Ganjar juga senang karena tidak hanya pemerintah yang menerima penghargaan, tapi juga ada kabupaten, kota, individu, peneliti dan kampus.

"Ini bagian dari cara kita merangsang daerah-daerah bisa melakukan inovasi, kreasi, risetnya lebih banyak dan menyelesaikan persoalan daerah," jelasnya.

Menurutnya, hasil riset, inovasi, dan kreasi berpotensi menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat.

"Kita hanya perlu didorong, diberi kesempatan dan kita hanya butuh seluruh inovasi kita dipakai dan dibeli," ujar Ganjar.

Sekolah Virtual untuk Anak Putus Sekolah

Inovasi karya Provinsi Jateng yang mendapat perhatian di antaranya sekolah virtual untuk anak putus sekolah yang diluncurkan beberapa waktu lalu. Program ini bahkan mendapat apresiasi dari berbagai pihak terutama para pemerhati Pendidikan karena sekolah virtual memberikan kesempatan lebih luas pada anak-anak untuk memperoleh Pendidikan.

Pemprov tak sekadar menggelar pembelajaran daring di masa pandemi ini, namun juga membuat aplikasi hingga silabus khusus. Sekolah virtual ini diikuti anak usia pelajar yang tak mampu sekolah karena masalah biaya. Kini mereka pun dapat sekolah dengan memilih sendiri waktu pembelajaran di sela-sela bekerja karena juga diberikan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan tersebut.

Selain itu beragam inovasi dari sumbangan masyarakat dan komunitas juga merebak di Jateng dalam beberapa tahun terakhir. Dari inovasi olah makanan, alat dan sistem pertanian, hingga teknologi.

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menuturkan provinsi Jawa Tengah serta kabupaten dan kota di provinsi tersebut memang meraih penghargaan.

"Kebetulan semuanya dari Jawa Tengah. Pemprov Jawa Tengah, Kabupaten Wonogiri, Kota Surakarta. Banyak hasil-hasil inovasi yang dilahirkan masyarakatnya dengan mendapatkan semacam supervisi atau dukungan dari lembaga litbang yang ada di daerah provinsi tersebut," puji Bambang kepada Pemprov Jateng.

(*)