Jawa Timur gelar "fashion show" batik di pinggir pantai Banyuwangi

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar fashion show atau pagelaran busana batik di pinggir pantai di Kabupaten Banyuwangi dalam acara bertajuk "East Java Fashion Harmony 2020."

"Lokasinya di Pantai Solong, diselenggarakan pada Sabtu 14 November mendatang," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Sinarta di Surabaya, Minggu.

Selain memperkenalkan batik, pagelaran busana di pinggir pantai merupakan bentuk pengenalan salah satu destinasi wisata pantai terbaik di Jatim yang berada di Banyuwangi.

Baca juga: Batik tampil dalam pameran fesyen New York di tengah pandemi

Berdasarkan catatan, Jatim memiliki panjang pantai sekitar kurang lebih 2.128 kilometer dan terdapat 123 destinasi wisata bahari sehingga eksotikanya memberi inspirasi sebagai tempat penyelenggaraan fashion show.

"Pantai Solong dipilih juga karena memiliki keunikan alami yang luar biasa dengan green, clean, and fresh view," ucapnya.

Secara umum gelaran "East Java Fashion Harmony" sebagai upaya melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina potensi budaya bangsa, termasuk mengangkat nilai-nilai dan filosofi masyarakat setempat sebagai bagian dari kebesaran serta keunggulan intelektual budaya bangsa.

"Sebagai daya tarik wisata berbasis budaya, batik, dan tenun, menimbulkan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi kreatif masyarakat," katanya.

Baca juga: Menguak batik Jawa Timur yang eksotis

Selain itu "East Java Fashion Harmony" menitikberatkan pada eksplorasi keunggulan bentuk, pengembangan, pengenalan filosofi motif-motif batik di berbagai daerah di Jatim, terutama terhadap generasi muda dan pelaku bisnis garmen di skala nasional maupun internasional.

Pada gelaran tersebut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan akan membatik dan menandatangani kain kanvas berbatik.

Berperan sebagai model utama yaitu Puteri Indonesia 2020 Rr Ayu Maulida didampingi sejumlah model lokal, kehadiran 12 perajin, desainer, dan kreator batik.

Sementara itu Adikarya Wastra Jatim yang diangkat yakni Batik Gringsing yakni salah satu batik yang berkembang sejak zaman Kerajaan Majapahit, yang mempunyai arti filosofi kesuburan, kemakmuran, dan keseimbangan, serta ada yang mengartikan sebagai simbol untuk tolak bala.

Baca juga: Jatim miliki beragam batik pernikahan