Jawab Curhat Marshanda, Istana Kenalkan 'Sejiwa' untuk Penuhi Hak Kesehatan Mental

Merdeka.com - Merdeka.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Brian Sri Prahastuti menegaskan pemerintah sangat concern dengan isu kesehatan mental. Pernyataan ini menanggapi keluhan artis Marshanda soal disabilitas mental.

"KSP sangat concern dengan isu mental health," kata Brian kepada merdeka.com, Jumat (17/6).

Dia menjelaskan, sejak awal pandemi Covid-19, KSP berinisiatif mengembangkan program Sejiwa (Sehat Jiwa) bersama Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Layanan Sejiwa untuk menjamin pemenuhan hak kesehatan mental masyarakat di masa pandemi Covid-19. Melalui call center 119 extension 8, masyarakat bisa mendapatkan edukasi, konsultasi, dan pendampingan psikologi.

"Program ini sudah 2 tahun berjalan dan akan diteruskan sekalipun pandemi sudah menuju endemi," ujarnya.

Menurut Brian, Presiden Joko Widodo sudah memberikan arahan terkait isu kesehatan mental. Salah satunya, dengan memerintahkan adanya embangunan rumah sakit jiwa (RSJ) di enam provinsi yang belum memiliki fasilitas kesehatan itu.

Enam provinsi tersebut ialah Papua Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Kalimantan Utara, dan Kepulauan Riau.

"Arahannya sudah ada kok," ucapnya.

Sebelumnya, Marshanda 'menyenggol' Jokowi tentang isu kesehatan mental. Dia berharap Kepala Negara memberikan respons atas pesan yang disampaikannya melalui akun Instagram.

Berikut pesan Marshanda:

Apa Pak Jokowi dan keluarga terhormat tidak pernah mengalami depresi seumur hidupnya? Depresi merupakan salah satu kondisi disabilitas mental.

Apa iya bapak dan keluarga tidak pernah konsumsi antidepressant atau obat anti cemas seperti Xanax dalam seumur hidupnya yang saya yakin banyak tekanan mental? Saya yakin pasti 'pernah' kalau kalian manusia normal seperti kami rakyat jelata.

Tidak mungkin ya beliau mau speak up? Atau tidak boleh? Karena itu aib? Bisa-bisa langsung lepas jabatan? Tidak boleh bersuara dalam hukum? Segitu burukkah untuk mengakui diri kita sebagai manusia? [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel