Jawab Rizieq Shihab, Moeldoko Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Kriminalisasi Ulama

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, meminta pemerintah berhenti melakukan kriminalisasi terhadap ulama.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, pemerintah tidak akan pernah mengkriminalisasi siapa pun termasuk kepada ulama. Menurut dia, tidak ada istilah kriminalisasi.

"Tidak ada istilah kriminalisasi ulama itu tidak. Kita tidak mengenal istilah itu dan kita tidak mau ulama dikriminalisasi," tegas Moeldoko saat konfirmasi, Kamis (12/11/2020).

Moeldoko menilai, penggunaan kata kriminalisasi yang disampaikan Rizieq Shihab hanya akan membangun emosi.

Mantan panglima TNI ini juga menegaskan, pemerintah tidak akan melakukan kesewenangan terhadap siapa pun. Apalagi melakukan perbuatan semena-mena.

"Saya ingin katakan pada masyarakat Indonesia bahwa negara melindungi segenap bangsa dan warga negaranya," ujar Moeldoko.

"Enggak ada negara semena-mena," jelas dia.

Moeldoko mengingatkan, siapa pun yang melanggar hukum, maka harus berani bertanggungjawab. Karena, apa yang dilakukan pemerintah sleama ini, hanya untuk demi tegaknya aturan.

Diketahui, Rizieq Shihab juga meminta pemerintah untuk melepas sejumlah ulama dan aktivis. "Negara harus menegakkan aturan melalui law enforcement. Kalau enggak kacau balau, Mereka yang salah, yang dikriminalkan adalah mereka yang salah dan itu ada buktinya," tandas Moeldoko.

Soal Rekonsiliasi

Rizieq Shihab menyapa massa yang menunggunya di Terminal 3 Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (10/11/2020). Pimpinan FPI dan rombongan tiba di Tanah Air dengan menumpang pesawat Saudi Arabia Airlines SV816, rute Jeddah-Jakarta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Rizieq Shihab menyapa massa yang menunggunya di Terminal 3 Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (10/11/2020). Pimpinan FPI dan rombongan tiba di Tanah Air dengan menumpang pesawat Saudi Arabia Airlines SV816, rute Jeddah-Jakarta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, mengatakan, siap melakukan rekonsiliasi dengan pemerintah, dan siap membuka dialog.

"Kita sudah tawarkan, kalau pemerintah mau duduk dengan habaib, para ulama kami siap 24 jam. Kapan? di mana? silakan, tentukan tempatnya, tentukan waktunya kami datang," kata Rizieq Shihab dalam sebuah video yang disiarkan secara langsung di kanal Youtube Front TV pada Rabu (11/11/2020).

Meski demikian, Rizieq Shihab mengajukan syarat. Salah satunya untuk menghentikan melakukan kriminalisasi terhadap ulama.

"Kita siap kapan saja, tapi stop dulu kriminalisasi ulamanya, stop dulu kriminalisasi aktivisnya," ungkap dia.

Rizieq Shihab juga meminta pemerintah membebaskan, sejumlah ulama dan aktivis yang telah ditahan.

"Tapi bebaskan dulu para ulama kita, bebaskan dulu para habaib kita, bebaskan dulu para tokoh kita, masih banyak ulama-ulama kita yang saat ini masih menderita di penjara. Bebaskan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir yang sudah sepuh, Habib Bahar bin Smith, bebaskan Doktor Syahganda Nainggolan, Anton Permana, Jumhur Hidyaat," kata dia.

"Bebaskan buruh, mahasiswa, pendemo, pelajar yang masih memenuhi ruang tahanan. Tunjukkan niat baik," lanjut dia.

Jika pemerintah sudah menunjukkan iktikad baik, maka kata Rizieq Shihab pihaknya akan menyambut secara positif.

"Ke depannya ayo sama-sama kita berdialog insyaallah," pungkas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: