Jawaban Bijak Nan Sopan Jenderal TNI Gatot Dicecar Moeldoko Kudeta AHY

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kisruh yang mengoyak tubuh salah satu partai politik ternama Indonesia, ternyata juga menyeret nama mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo.

Jenderal TNI asal Tegal, Jawa Tengah ini menjadi sorotan karena mengaku telah mengetahui tentang adanya rencana Kongres Luar Biasa (KLB) partai yang kini digenggam keluarga Jenderal (HOR) Susilo Bambang Yudhoyono.

Dilansir VIVA Militer Selasa 9 Maret 2021 dari wawancara eksklusif dengan tvOne, Jenderal Gatot mengaku tahu rencana KLB itu karena sempat ditawari seorang Mr X untuk ikut dalam KLB partai berlambang merci itu.

Banyak hal diungkap Jenderal TNI Gatot dalam wawancara melalui sambungan komunikasi jarak jauh itu. Dari Jayapura, Papua, Jenderal TNI Gatot secara detail menceritakan kronologi ketika dia dua kali dirayu pria misterius itu untuk menyelamatkan si partai biru dengan jalan KLB, atau yang disebut kudeta oleh Agus Harimurti Yudhoyono.

Namun, yang menarik perhatian VIVA Militer ialah, ternyata Jenderal TNI Gatot sangat menjunjungi tinggi etika dalam menjaga hubungi sesama seorang prajurit TNI.

Hal itu terungkap saat Jenderal Gatot memberikan jawaban yang bijaksana dan sopan ketika presenter menanyakan tanggapannya tentang seniornya di TNI, Jenderal TNI Moeldoko, yang terlibat langsung dalam kisruh itu.

"Saya tidak akan berkomentar tentang Pak Moeldoko. Beliau adalah senior saya dan beliau yang saya gantikan. Sama-sama Panglima TNI saya tidak etis. Mungkin beliau punya obsesi sendiri, punya visi sendiri, ya kan?. Sedangkan Pak SBY saja tidak marah pada Pak Moeldoko, hanya menyampaikan hal-hal yang ingin disampaikan. Saya hanya bicara untuk diri saya sendiri, sangat disayangkan hal ini terjadi, dalam kondisi yang seperti ini," katanya.

Jawaban itu menjadi penutup sesi wawancara. Dan presenter menutupnya dengan ucapan terima kasih.

Jika berkaca pada sejarah karier militer, tentu saja Jenderal TNI Gatot akan menghormati Jenderal TNI Moeldoko. Sebab beberapa kali kedua jenderal ini berduet membangun TNI.

Ketika Jenderal TNI Moeldoko menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Moeldoko adalah Penglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Lalu saat Jenderal TNI Moeldoko jadi Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot menjabat KSAD.

Dan yang membuat hubungan kedua jenderal TNI ini begitu dekat ialah, meski usia mereka berjarak tiga tahun, tapi di Akademi Militer (Akmil) mereka hanya berjarak satu angkatan sajat. Jenderal TNI Moeldoko lulusan Akmil 1981 sedangkan Jenderal TNI Gatot lulusan 1982.

Baca: Digempur TNI, Kelompok Penggorok 2 Polisi Pembunuh 7 Brimob Kian Lemah