Jawaban Gibran Disebut Kadrun Setelah Terima Hibah dari UEA

Merdeka.com - Merdeka.com - Pro kontra kunjungan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ke Uni Emirat Arab (UEA) belum berakhir. Terbaru, putra sulung Presiden Jokowi mendapatkan hujatan dari warganet seusai menerima hibah dana ratusan miliar rupiah dari Pemerintah UEA.

Gibran bahkan dituding sebagai kelompok "kadal gurun (kadrun)" karena pro dengan UEA.

Kritikan pedas salah satu warganet bermula saat Gibran mengunggah kunjungan kerjanya ke UEA melalui akun twitter @gibran_tweet.

Unggahan tersebut tersebut mendapat komentar dari akun @sulaimanfest. Pengelola akun itu menuding Gibran sebagai orang yang munafik, lantaran menerima dana dari UEA.

"Gerombolanmu teriak kadrun kadrun, giliran dapat sumbangan kadrun paling gercep!! Asem tenan!," cuit akun tersebut.

Gibran tetap menanggapi kritikan itu dengan santai. Ia bahkan bahkan sempat mengunggah foto lainnya saat sedang berada di gurun pasir bersama dengan Duta Besar (Dubes) UEA untuk Indonesia Abdullah Salem Al Dhaheri dan temannya.

Gibran juga merasa heran ada haters yang menuding UAE sebagai kadrun. Ia pun mengaku tak akan memedulikan warganet tersebut.

"Kadrun itu siapa ya? Bisa-bisanya UAE di-kadrun-kadrun-kan. Enggak ada hubungannya, jangan dipedulikan ya," ujar Gibran, Kamis (5/1).

Suami Salvi Ananda menilai persamaan kadrun dengan UEA sangat jauh perbedaannya. Menurutnya, tidak ada hubungannya antara UEA dengan kadrun yang disebutkan warganet tersebut.

Kritikan dalam akun tersebut disampaikan lantaran ada sejumlah orang yang iri dengan prestasinya."Jauh predikate, ora ono (tidak ada hubungannya ya enak saja. Itu wong-wong sing iri, rasah digagas (orang orang yang iri) ya," pungkasnya.

Diketahui, Gibran melakukan kunjungan kerja ke UEA selama sepekan sejak 25 Desember lalu. Seusai kunjungan, Gibran membawa pulang dana hibah untuk sejumlah proyek pembangunan di Solo sebesar USD 15 juta. [yan]