Jawaban Menaker Ida Soal Kenaikan Upah Pekerja Usai Harga BBM Naik

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menanggapi soal kenaikan upah pekerja dengan adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Meski demikian, dirinya hanya menekankan bahwa pemerintah sudah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja.

"Kita pemerintah, memberikan subsidi upah yang diberikan kepada teman-teman pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Alhamdulillah, pemerintah selalu hadir, negara selalu hadir pada saat kita menghadapi Pandemi tahun 2020, pemerintah memberikan subsidi upah," kata Ida, saat ditemui usai acara Deklarasi Indonesia Manning Agency Forum dan dialog interaktif, di Bali, Senin (12/9).

"Ini subsidi 2021 juga kami berikan, 2022 ini kami berikan. Ini adalah, subsidi dari pemerintah tidak menggunakan dana BPJS ketenagakerjaan, justru ini adalah apresiasi pemerintah kepada teman-teman yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

Dia menjelaskan, bantuan subsidi upah yang akan disalurkan kepada para pekerja di Indonesia sebanyak 5 juta orang dengan per orang sebesar Rp 600 ribu yang akan disalurkan secara bertahap.

"Kemarin, kita baru menerima data 5 juta sekian. Ini kita sedang proses dari Hari Jumat. InsyaAllah hari ini, sudah bisa diterima di rekeningnya. Jadi baru 5 juta yang datanya kami terima, secara bertahap akan sampai pada semua pekerja yang memenuhi syarat dalam permenaker Nomor 10, tahun 2022 ini," ujarnya.

Nantinya, pekerja yang mendapatkan bantuan Rp600.000 adalah mereka yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan, dibuktikan dengan NIK, tidak sedang menerima program-program yang lain, bukan PNS, TNI dan Polri. [azz]