Jawara Komunal bantu permodalan usaha untuk MBR di Surabaya

Program Jawara Komunal, hasil kolaborasi antara Pemkot Surabaya dengan Hipmi, Kadin, serta Komunal Indonesia fintech memberikan bantuan permodalan usaha bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pemuda di Kota Pahlawan, Jawa Timur.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Surabaya Denny Yan Rustanto di Surabaya, Rabu, mengatakan, bantuan bagi MBR dan pemuda di Kota Surabaya itu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing penerima modal.

"Penerima modal juga melalui tahap kurasi agar modal yang didapatkan bisa cepat berputar," kata Denny.

Baca juga: Ketua MPR ajak Hipmi dukung wujudkan sejuta wirausaha baru

Target dari Jawara Komunal ini, kata dia, adalah dengan bantuan permodalan ini secara tidak langsung akan melahirkan pengusaha-pengusaha baru dan memberikan dampak baik serta memutus tali kemiskinan di Surabaya.

Bagi pemuda yang ingin menjadi wirausaha, lanjut dia, pihaknya akan melakukan akurasi dan juga ada kelas untuk belajar dan sebagainya. "Bahkan kami juga menggandeng startup, organisasi di luar Hipmi untuk mendapatkan modal atau ilmu berwirausaha," kata dia.

Hal yang sama dikatakan Bendahara Umum Hipmi Surabaya sekaligus Co-Founder & Chief Operating Officer (COO) Komunal Indonesia fintech, Rico Tedyono, bahwa tujuan kolaborasi ini bukan hanya fokus mengentaskan MBR saja, akan tetapi juga untuk meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya.

"Kami memberi akses permodalan mulai dari Rp5 juta-Rp25 juta untuk setiap MBR yang ingin membuka toko kelontong. Kami juga bekerja sama dengan Komunal fintech neo-rural bank untuk melakukan seleksi dan memilih toko mana saja yang dirasa pantas untuk mendapatkan permodalan," kata Rico.

Baca juga: Pemerintah sepakat genjot target 1 juta wirausaha baru

Agar tepat sasaran, lanjut Rico, data MBR yang didapat itu berasal dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya. Setelah itu, akan diketahui wilayah mana saja yang perlu mendapatkan bantuan terlebih dahulu.

"Wilayah itu akan menjadi prioritas untuk segera kami entaskan dan agar tidak lagi menjadi pengangguran. Jadi bantuan permodalan yang kami beri bukan berupa uang, namun berupa barang," ujar dia.

Rico menyampaikan, program Jawara Komunal itu sudah dimulai sejak akhir Juli lalu, perputaran modal bentuk barang saat itu hanya sekitar Rp800 juta-Rp900 juta. Seiring berjalannya waktu, perputaran modal terus meningkat senilai Rp1,3 miliar pada 17 Agustus 2022 dan terus meningkat.

"Dalam kurun waktu tersebut, kami telah menyalurkan permodalan berupa barang mencapai Rp2,2 miliar per 11-12 September 2022. Perputaran ini kami dapatkan dari investor-investor, seperti pengusaha muda, perbankan maupun pengusaha lokal di Surabaya," kata dia.