JD Logistics Incar Dana Rp 45,98 Triliun dari IPO di Hong Kong

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan logistik rekanan raksasa e-commerce China JD.com menetapkan harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) Hong Kong pada HKD 40,36. Sebelumnya, JD Logistics mengatakan IPO-nya di Bursa Efek Hong Kong akan dihargai antara HKD 39,36 dan HKD 43,36.

JD Logistics berencana menerbitkan 609,2 juta saham. Dengan harga yang sudah ditetapkan itu, perusahaan akan mengumpulkan sekitar HKD 24,6 miliar (USD 3,2 miliar atau sekitar Rp 45,98 triliun (asumsi kurs Rp 14.370 per dolar AS).Dilansir dari CNBC, Jumat (21/5/2021), JD.com, kompetitor Alibaba di China, telah sibuk di pasar modal dalam setahun terakhir.

JD.com, yang terdaftar di bursa AS melakukan pencatatan sekunder senilai USD 3,87 miliar di Hong Kong pada Juni lalu. Perusahaan kemudian mendaftarkan unit perawatan kesehatannya di bursa Hong Kong pada Desember 2020.Namun, JD menarik rencana pencatatan JD Technology dari pasar STAR bergaya Nasdaq di Shanghai bulan lalu.

JD berinvestasi pada diversifikasi layanan logistiknya sebagai pembeda dengan e-commerce lainnya di China. Perusahaan berfokus pada pengiriman di hari yang sama dan hari berikutnya serta berinvestasi di gudang logistik otomatis.

Pada 2020, JD Logistics meraup pendapatan 73,4 miliar yuan (USD 11,4 miliar), naik 47 persen secara tahunan. Namun, pada periode tersebut perusahaan melaporkan kerugian 4 miliar yuan, naik dari kerugian 2,2 miliar tahun sebelumnya.

IPO JD Logistics Bakal Terbesar di Hong Kong

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Sebelumnya, anak usaha JD.Com, JD Logistics akan menjual 609,1 juta saham atau 10 persen dari total saham perusahaan dalam rangka penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Harga saham IPO di kisaran 39,36 dolar Hong Kong-43,36 dolar Hong Kong, hal itu berdasarkan pengajuan IPO perseroan. JD Logistics mengincar dana USD 3,4 miliar atau sekitar Rp 48,60 triliun (asumsi kurs Rp 14.295 per dolar AS). Hal itu menunjukkan target dana IPO terbesar di Hong Kong pada 2021.

Adapun perseroan juga menyiapkan opsi penjatahan berlebih atau greenshoe dengan melepas 91 juta saham. Target dana sekitar USD 510 juta atau sekitar Rp 7,29 triliun. Demikian mengutip dari CNBC, Senin, 17 Mei 2021.

Dengan ukuran itu, IPO JD Logistics akan menjadi salah satu terbesar di Hong Kong pada 2021 setelah kuaishou Technology pada akhir Januari 2021 yang kumpulkan dana USD 5,4 miliar.

Perseroan mencatat pendapatan 22,4 miliar yuan atau USD 3,5 miliar pada kuartal I 2021, naik 64,1 persen dari periode sama pada 2020. Laba kotor untuk kuartal tersebut mencapai 230,7 juta yuan atau USD 35,8 juta, turun 72,7 persen dari waktu sama tahun lalu. Hal ini seiring pandemi COVID-19 dan ada penambahan 60.000 ribu pekerja.

Dalam prospektusnya, JD Logistics mengharapkan dampak tidak signifikan pada bisnisnya dari peraturan anti-monopoli bisnis platform internet yang lebih ketat dari pemerintah China. Perseroan menyatakan mengendalikan 2,7 persen dari pasar logistik rantai pasokan terintegrasi.

IPO JD Logistics diharapkan para analis menjadi barometer minat investor terhadap IPO seiring volatilitas di bursa saham global selama sepekan terakhir. Hal ini seiring kekhawatiran inflasi.

Kapitalisasi pasar JD Logistics tertinggi akan di kisaran USD 34 miliar. Pemegang saham perseroan yang dipimpin Vision Fund Softbank Group dan Temasek telah mengambil saham senilai USD 1,53 miliar atau 45 persen dari IPO. Harga IPO akan ditetapkan pada Jumat, 21 Mei 2021. Saham akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Hong Kong pada 28 Mei.

JD Logististic mengatakan, 55 persen dari dana yang terkumpul akan digunakan untuk meningkatkan jaringan logistik dalam 12-36 bulan ke depan. Sementara 20 persen akan digunakan untuk pengembangan teknologi.

JD.com memisahkan unit logistiknya menjadi entitas sendiri pada 2017 dan kemudian membuka layanan pengiriman dan pergudangan kepada perusahaan pihak ketiga. JD.com telah mencatatkan saham sekunder di Hong Kong pada Juni 2020 yang kumpulkan dana USD 3,87 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel