Jebol, 1.494 Pemudik di Jawa Barat Lolos Penyekatan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kebijakan larangan mudik musim lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah berlaku dinamis di Jawa Barat. Sebanyak 1.494 pemudik lolos dalam razia penyekatan, berdasarkan hasil monitoring Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Provinsi Jawa Barat.

Temuan itu berdasarkan monitoring dengan sampling terhadap 40 desa/kelurahan atau dua desa/kelurahan di 20 kabupaten/kota di Jawa Barat. Dari jumlah itu, 1.487 orang mengisolasi mandiri di rumah keluarga masing-masing, sedangkan 7 orang memanfaatkan ruang karantina yang disediakan oleh pemerintah desa maupun kelurahan.

Kepala DPM-Desa Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono mengatakan, jumlah itu belum bisa menjadi representasi secara keseluruhan karena masih ada 7 kota/kabupaten yang belum melaporkan data terbarunya.

"Walaupun itu data bukan representasi, yang bisa diinformasikan bahwa upaya antisipasi pemerintah desa dan kelurahan cukup efektif," ujar Bambang, Senin, 17 Mei 2021.

Selama peniadaan mudik berlangsung, di 5.899 desa dan kelurahan di Jawa Barat terdapat posko mudik tingkat desa sebanyak 13.523 unit dan di tingkat kelurahan sebanyak 2.789 unit. Ruang karantina sebanyak 4.229 unit terdapat di desa dan 619 unit di kelurahan.

Pemudik yang mengisolasi mandiri di luar ruang karantina merupakan pertimbangan Satgas COVID-19 tingkat desa maupun kelurahan disertai dengan pengawasan.

"Bersama petugas kesehatan mereka memastikan tempat isolasi mandiri pemudik tersebut itu benar-benar layak. Selain itu juga memastikan pemudik tersebut benar-benar sehat dengan menunjukkan surat negatif COVID-19," katanya.

"Meski diisolasi di luar ruang karantina, mereka wajib tidak melakukan interaksi atau melakukan isolasi mandiri selama lima hari berturut-turut," ujarnya.

Ruang karantina yang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif COVID-19. "Mereka, Satgas [tingkat] kelurahan dan desa tidak kenal waktu kerja. Kami apresiasi kelurahan dan desa tetap bertugas dalam rangka menekan angka COVID-19," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel