Jebolan RANS Merapat, Kedalaman Lini Tengah PSM di BRI Liga 1 Makin Jos

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Eks gelandang RANS Cilegon, Fajar Handika sudah bergabung dalam latihan PSM Makassar yang bersiap menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan ketiga BRI Liga 1 2021/2021.

Pria kelahiran Deli Serdang, 4 Februari 1990 ini membuat kedalamam lini tengah skuad Juku Eja bakal lebih baik. Karena selain Fajar, manajemen PSM juga telah menjalin kesepakatan dengan gelandang berpaspor Kirgistan, Bektur Talgat Uulu.

Sebelummya, pada dua laga awal PSM di BRI Liga 1 2021/2022, pelatih Milomir Seslija memainkan empat gelandang Wiljan Pluim, Sutanto Tan, Rasyid Bakri dan M. Arfan. Hanya nama terakhir yang ditarik keluar ketika PSM menghadapi Madura United di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (12/9/2021).

"Fajar akan membuat saya mendapatkan opsi pemain di lini tengah," ujar Milo kepada awak media Makassar.

Menurut Milo, sapaan akrabnya, PSM Makassar butuh gelandang bertahan yang berpengalaman seperti Fajar. Selain RANS Cilegon, Fajar pernah berkostum PSDS Deli Serdang, PSPS Pekanbaru, Persela Lamongan, Pro Duta, Gresik United, Mitra Kukar, Madura United, Barito Putera dan Kalteng Putera.

Postur Oke

Kehadiran Fajar Handika membuat persaingan di lini tengah PSM Makassar untuk menjadi starter bakal lebih ketat. (Bola.com/Abdi Satria)
Kehadiran Fajar Handika membuat persaingan di lini tengah PSM Makassar untuk menjadi starter bakal lebih ketat. (Bola.com/Abdi Satria)

Kehadiran Fajar membuat persaingan di lini tengah PSM Makassar untuk menjadi starter bakal lebih ketat. Apalagi kalau Bektur Talgat sudah bergabung.

Kalau Fajar dan Bektur tampil sebagai starter secara bersamaan, maka ada tiga gelandang sekaligus yang kehilangan tempat yakni Arfan, Sutanto dan Rasyid. Karena satu tempat di lini ini dipastikan jadi milik sang kapten, Wiljan Pluim.

Dengan tinggi diatas 175 cm, trio Pluim-Fajar-Bektur kemungkinan besar jadi pilihan utama Milo yang sejak awal membutuhkan gelandang berpostur ideal.

Dukungan Suporter

Suporter PSM Makassar saat pertandingan melawan Persija Jakarta pada laga Piala Indonesia 2019 di SUGBK, Jakarta, Minggu (21/7). Persija menang 1-0 atas PSM. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Suporter PSM Makassar saat pertandingan melawan Persija Jakarta pada laga Piala Indonesia 2019 di SUGBK, Jakarta, Minggu (21/7). Persija menang 1-0 atas PSM. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kalangan suporter memahami keputusan manajemen dan pelatih yang mendatangkan dua gelandang bertahan sekaligus. Seperti dikatakan Andi Coklat, eks jenderal lapangan The Maczman kepada Bola.com, Kamis (16/9/2021).

"Saya menilai perekrutan Fajar dan Bektur murni kebutuhan tim. Karena tidak mungkin PSM memainkan materi yang sama di lini tengah sepanjang musim. Soal seberapa besar efektivitas dan kontribusi keduanya, kita lihat saja perkembangannya," ungkap Andi Coklat.

Anci Coklat menambahkan, berkaca pada dua laga awal PSM, skuad asuhan Milo masih bermasalah pada posisi striker murni. Anco Jansen yang diharapkan memainkan peran itu terkesan lebih cenderung sebagai gelandang serang.

Andi Coklat merujuk pergerakan Jansen yang lebih banyak diluar area kotak penalti. Alhasil, Ilham Udin Armaiyn yang sejatinya berposisi asli sebagai penyerang sayap justru selalu mencetak gol pada dua laga awal PSM karena lebih sering berada di kotak penalti lawan dibandingkan Jansen.

"Kalau di posisi stoper, saya menilai tak ada masalah karena Serif Hasic (Bosnia) sudah berada di Jakarta. Di posisi ini juga masih ada Abdul Rahman," pungkas Coklat.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel