Jejak Pelatih Amerika Latin di Arema FC: Mayoritas Zonk

Bola.com, Malang - Javier Roca jadi pelatih asal Amerika Latin ketiga yang menangani Arema FC. Sebelumnya, Arema pernah mengontrak Mario Gomez (Argentina) dan Carlos Oliveira (Brasil).

Namun, kedua pelatih itu tak sempat mengukir prestasi bersama tim berjulukan Singo Edan tersebut. Kebersamaan Gomez dan Oliveira bersama Arema FC tergolong singkat, yakni kurang dari satu tahun.

Bisa dibilang Arema belum berjodoh dengan pelatih asal Amerika Latin. Justru pelatih lokal dan Eropa yang beberapa kali memberikan gelar untuk tim kebanggan publik Malang tersebut.

Cukup ironis sebenarnya, karena banyak pemain berdarah Amerika Latin yang sukses di Arema FC. Tetapi dari sektor pelatih, belum satupun yang mampu menorehkan prestasi.

 

Javier Roca Akhiri Catatan Buruk?

Arema FC menggelar latihan perdana dibawah komando pelatih baru, Javier Roca di Stadion Gajayana, Kota Malang, Rabu (7/9/2022). (Bola.com/Iwan Setiawan)
Arema FC menggelar latihan perdana dibawah komando pelatih baru, Javier Roca di Stadion Gajayana, Kota Malang, Rabu (7/9/2022). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Lantas, bisakah Javier Roca yang berasal dari Chile memecahkan catatan buruk tersebut? Kemungkinannya ada, karena Roca mudah beradaptasi dengan tim Indonesia.

Dia menguasai bahasa Indoensia dan cepat akrab dengan pemain. Tinggal bagaimana dia membuat strategi yang pas untuk Tim Singo Edan.

Kali ini Bola.com mengulas kiprah para pelatih Amerika Latin terdahulu di Arema FC. Termasuk penyebab kegagalan mereka meraih sukses bersama Tim Singo Edan.

 

Mario Gomez (2020)

Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, saat pertandingan melawan PSM pada laga Piala Presiden di Stadion GBLA, Bandung, Jumat (26/1/2018). Persib takluk 0-1 dari PSM. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, saat pertandingan melawan PSM pada laga Piala Presiden di Stadion GBLA, Bandung, Jumat (26/1/2018). Persib takluk 0-1 dari PSM. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pria asal Argentina tersebut kabarnya jadi pelatih termahal sepanjang sejarah Arema FC. Nilai kontraknya di atas Rp 2 miliar. Maklum, Gomez punya pengalaman mentereng.

Meski di Persib Bandung dan Borneo FC belum memberikan gelar, dia pernah jadi asisten pelatih di tim Eropa sekelas Inter Milan dan Valencia. Mario Gomez juga pernah membawa raksasa Malaysia, Johor Darul Takzim, meraih trofi Piala AFC 2015.

Gomez datang ke Arema pada Januari 2020. Dia dapat kebebasan mendatangkan pemain sesuai kriterianya. Terutama pemain asing, seperti Jonathan Bauman, Oh In-kyun, Matias Malvino, dan Elias Alderete.

Namun, di turnamen Piala Gubernur Jatim, langkah mereka hanya sampai semifinal. Memasuki Liga 1 2020, dia ditarget jadi juara. Sayangnya, kompetisi hanya berjalan tiga pertandingan, setelah itu dihentikan karena pandemi COVID-19.

Meski hanya berjalan tiga laga, capaian Gomez tak terlalu istimewa. Dia hanya memberikan sekali kemenangan, dan dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan.

Mario Gomez memilih mundur dari kursi pelatih Arema pada Agustus 2020. Waktu itu dia tidak setuju dengan kebijakan pemangkasan gaji selama pandemi COVID-19.

Arema kecewa dengan keputusan Gomez. Tak lama setelah Gomez pergi, Arema FC membersihkan tim pelatih dan pemain yang dibawanya bergabung.

 

Carlos Oliveira (2020-2021)

Carlos Carvalho de Oliveira saat memimpin Arema FC latihan di Stadion Gajayana. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Carlos Carvalho de Oliveira saat memimpin Arema FC latihan di Stadion Gajayana. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Dia jadi penerus Mario Gomez. Waktu itu manajemen Arema sedang getol ganti aliran pelatih. Dari Eropa ke Amerika Latin. Sehingga Carlos Oliveira didatangkan. Namun, pelatih yang lama tinggal di Amerika Serikat itu tak pernah menjalani laga resmi dengan Tim Singo Edan.

Pasalnya, dia datang ketika kompetisi berhenti karena pandemi COVID-19, yakni pada September 2020. Meski demikian, Carlos tetap bekerja profesional. Dia rutin menggelar latihan.

Meski pun kompetisi tak kunjung dimulai. Dia sempat beberapa kali menjalani uji coba. Akan tetapi, hal tersebut tak bisa jadi ukuran perkembangan tim.

Hingga kontraknya berakhir pada Februari 2021, tidak ada kompetisi resmi yang dijalani. Manajemen Arema juga tidak memperpanjang kontraknya, karena kurang puas dengan kinerja sang pelatih dalam sesi latihan.

Dia kurang bisa menghilangkan kejenuhan di tim karena tidak jelasnya kompetisi. Justru setelah Carlos pergi, Piala Menpora digelar. Arema yang tampil dengan skuad warisan Carlos babak belur dan jadi juru kunci fase grup.

Waktu itu Tim Singo Edan ditangani karetaker, Kuncoro. Setelah dilepas Arema FC, sampai saat ini Carlos masih belum mendapatkan klub. Padahal sebelumnya, dia sempat melatih Binh Duong, Vietnam dan asisten pelatih Timnas Bolivia.

Simak Posisi Arema FC di Bawah Ini: