Jejak Shin Tae-yong Saat Bermain di Piala Asia: Sempat Hadapi Timnas Indonesia, Tersingkir karena Legenda Iran Ali Daei

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, patut mendapatkan pujian setinggi langit. Kurang dari dua tahun kepemimpinannya di skuad Garuda, ia berhasil mengangkat kembali derajat Indonesia.

Untuk pertama kalinya dalam 16 tahun terakhir, Timnas Indonesia berhasil melangkah ke Piala Asia. Terakhir kali mereka bermain di pentas tertinggi sepak bola Asia terjadi pada 2007 saat menjadi tuan rumah bersama tiga negara Asia Tenggara lainnya.

Tak hanya di tim senior, sukses serupa juga menular ke tim kelompok umur U-20. Timnas Indonesia U-20 back-to-back lolos ke putaran final Piala Asia U-20 untuk pertama kalinya setelah terakhir melakukannya hampir lima dekade lalu.

Kedua tim tersebut berhasil lolos ke Piala Asia, baik tim U-20 maupun senior, karena kepemimpinan Shin Tae-yong yang mengoptimalkan performa para pemain.

Namun, tahukah Anda bila sejatinya pelatih yang akrab disapa STY tersebut tak asing dengan kejuaraan empat tahunan tersebut. Saat masih aktif sebagai pemain, ia juga sempat mencicipi Piala Asia bersama negaranya, Korea Selatan.

Bagaimana performa Shin Tae-yong kala itu? Apakah ia benar-benar se-jago itu hingga dipanggil memperkuat tim berjuluk Negeri Ginseng tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.

 

Kapten Berkarisma Pemilik Nomor 7

<p>Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Curacao di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Curacao di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pria yang kini berusia 52 tahun itu diketahui hanya memperkuat dua klub sepanjang kariernya yakni Seongnam Ilhwa Cunma (Korea Selatan) dan Brisbane Roar (Australia). Shin Tae-yong sendiri dikenal sebagai sosok gelandang berkarisma.

Pria yang kerap menggunakan nomor punggung tujuh tersebut merupakan andalan di klubnya maupun Timnas Korea Selatan. Ban kapten yang melilit di lengannya merupakan bukti seberapa besar pengaruhnya di dalam tim.

Saat masih aktif sebagai pemain, ia nyaris mendapatkan semuanya. Enam kali juara Liga Korea termasuk sekali menjadi top scorer K-League pada 1995/96 dan satu gelar Liga Champions Asia merupakan sederet prestasinya di masa lampau.

 

Pernah Menghadapi Timnas Indonesia

<p>Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat konferensi pers usai pertandingan laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Curacao di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat konferensi pers usai pertandingan laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Curacao di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Tahukah kalian, bila sejatinya Shin Tae-yong pernah berhadapan langsung dengan tim Merah-Putih. Momen itu terjadi pada pertandingan kedua babak penyisihan Grup A Piala Asia 1996.

Pria kelahiran Yeongdeok itu tidak langsung tampil sejak menit pertama. Ia baru diturunkan pada menit ke-33 untuk menggantikan kompatriotnya, Roh Sang-rae, saat Korea Selatan telah unggul tiga gol tanpa balas.

Dalam 57 menit penampilannya dalam laga tersebut, ia juga kerap beradu duel dengan Bima Sakti. Sosok yang kini menjabat sebagai pelatih kepala untuk tim kelompok umur Indonesia U-16.

Pada akhir laga, Korea Selatan berhasil menang dengan skor cukup besar 4-2 dari skuad Timnas Indonesia yang kala itu dilatih Danurwindo.

 

Gagal Juara Piala Asia 1996

Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat konferensi pers menjelang laga FIFA Match Day antara Timnas Indonesia melawan Timnas Curacao yang berlangsung di Hotel Harris Citylink, Bandung, Jumat (23/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat konferensi pers menjelang laga FIFA Match Day antara Timnas Indonesia melawan Timnas Curacao yang berlangsung di Hotel Harris Citylink, Bandung, Jumat (23/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Namun sayangnya, kemenangan atas Timnas Indonesia merupakan satu-satunya yang didapat Korea Selatan. Mereka pun lolos ke fase perempat final dengan status satu dari antara peringkat ketiga terbaik setelah mengantongi empat poin di babak grup.

Menghadapi Iran di babak gugur, tim arahan Park Jong-hwan itu sejatinya bermain cukup impresif. Shin Tae-yong yang kembali dimasukkan sebagai pengganti pada menit ke-33, langsung mencetak gol semenit berselang untuk membawa timnya memimpin 2-1.

Namun sayangnya, Iran menemukan cara untuk bangkit di babak kedua. Legenda Iran, Ali Daei mencetak empat gol untuk menyingkirkan Korea Selatan dengan skor telak 2-6.