Jelajah Canggu dengan Mencicipi Cita Rasa Lintas Budaya di Santanera

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Canggu menjadi salah satu destinasi favorit di mana peleburan budaya terjadi dan diaktualisasikan ke dalam ragam bentuk, salah satunya kuliner.

Berkunjung ke Canggu maka salah satu lokasi yang tak boleh terlewatkan adalah Santanera. Di sini, kamu bisa menjelajah lintas budaya melalui sajian kuliner yang nikmat. Cita rasa Amerika Latin, Kuliner Eropa, dan bahan lokal dalam sebuah tapas klasik tentu menghadirkan rasa yang penuh warna.

Santanera adalah sebuah restoran sekaligus bar bergaya kontemporoer dan smart-casual, dengan kenyamanan dan keunikannya tersendiri.

TERKAIT: Sederet Comfort Food Khas Asia Timur Hadir di Canggu

TERKAIT: Lupakan Kuta dan Seminyak yang Padat, Canggu Adalah Idola Baru Pulau Bali

Sudah dibuka sejak 18 November 2021

Sebuah paduan akulturasi melalui sajian kuliner yang khas di Santanera
Sebuah paduan akulturasi melalui sajian kuliner yang khas di Santanera

Sebuah tempat tiga lantai ini memiliki ambians tersendiri, disertai keindahan karya seni dari seniman Due Hatue yang terpampang indah, mempercantik interior Santanera.

Santanera dibuka pada 18 November 2021 lalu. Dengan kapasitas tamu hingga 140 orang dengan sangat nyaman. Di sini, para tamu bisa menjelajah dengan melangkahkan kaki menjajaki tangga spiral menuju atap.

Atap dibuat menyerupai taman rimbun, beratapkan cakrawala, membuat siapapun merasa menyatu dengan alam sambil ditemani segelas anggur dan sajian lezat.

Hidangan yang segar, penuh karakter, dan nikmat

Sebuah paduan akulturasi melalui sajian kuliner yang khas di Santanera
Sebuah paduan akulturasi melalui sajian kuliner yang khas di Santanera

Ada pula ruang serbaguna pribadi yang mewah, dibingai oleh jendela tinggi dan gapura megah, menunjang keunikan saat menikmati sajian kuliner yang tersaji.

Santanera adalah rintisan dari Andrea Becerra dan Rincon Jerman, dua penikmat kuliner asal Kolombia yang telah melanglang buana melalui hidangan lezat du restoran-restoran pemenang penghargaan di berbagai negara.

Kedua koki ini memutuskan untuk meramu tapas organik di restoran dan bar di Canggu, dari kebun langsung dihidangkan ke atas piring dengan bahan berkualitas.

Kualitas sajian yang menjanjikan dengan metode diasap, diasinkan, atau dibakar, apapun itu, oara tamu bia menikmati hidangan darat dan laut yang lezat, segar, dan bergizi.

Karya dua chef dengan pengalaman yang kaya

Sebuah paduan akulturasi melalui sajian kuliner yang khas di Santanera
Sebuah paduan akulturasi melalui sajian kuliner yang khas di Santanera

Tak ketinggalan, pilihan koktail dan anggur yang beragam semakin memperkaya pilihan di Santanera. Berdirinya Santanera juga tak luput dari latar belakang Andreas yang dimulai dari restoran orangtuanya di Bogota dan ketertarikannya pada perkembangan pesat industri perhotelan.

Ia juga memulai karier memasaknua di Australia, tepatnya di Movida Original, sebuah restoran ternama di Melbourne. Lalu ia pindah ke Movida Aqui, bertolak ke RELAE (Kopenhagen) dan Els Casals (Catalunya), dua restoran berbintang michelin yang mengedepankan konsep from farm to the table. Dan kini, ia siao mengaktualisasikan pengalaman internasional di dapur Santanera.

Sementara German memulai karier di dia restoran terbaik di Bogota, Leo Cocina Y Cava. Restoran mewah yang mengedepankan etnobotani dan gastronomi khas Kolombia. Ia menyempurnajan keahlian meracik hidangan khas Amerika Latin sebelum bermigrasi ke Australia di mana ia mulai memasak hidangan Mediterania.

Tak lama kemudian ia memulai karier di restoran Italia Giuseppe Arnaldo and Sons sebelum menjadi kepala Koki di Tetto California South Yarra. Kehadirannya di Santanera akan menggabungkan profil rasa khas Amerika Latin dan pengaruh Eropa Asia.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel