Jelang Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Masih Keok Lawan Dolar AS

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS jelang akhir pekan diprediksi masih akan melemah dipengaruhi pergerakan imbal hasil atau yield obligasi Pemerintah Amerika Serikat.

Rupiah pada pagi hari ini bergerak menguat 35 poin atau 0,25 persen ke posisi 14.356 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.391 per dolar AS.

"Rupiah akan kembali dipengaruhi oleh sentimen global, terutama dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil US treasury tenor 10 tahun yang kemarin terus mengalami kenaikan, dan sempat menembus level 1,75 persen pada posisi intraday," kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya dikutip dari Antara, Jumat (7/1/2021).

Rully menyampaikan rupiah masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan di pasar global, terutama terkait dengan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan The Fed yang lebih cepat.

Pagi ini, rupiah terlihat menguat. Menurut Rully hal tersebut lebih dipengaruhi faktor teknikal.

"Memang ada faktor teknikal juga, terpengaruh juga yield US treasury yang agak turun pagi ini," ujar Rully.

Dari dalam negeri, lanjut Rully, sentimen negatif bagi rupiah muncul dari pelarangan sementara ekspor batu bara selama bulan Januari.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sentimen COVID-19

Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sementara itu, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Kamis (6/1) kemarin mencapai 533 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,26 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 7 kasus sehingga totalnya mencapai 144.116 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 209 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,12 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 5.195 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 168 juta orang dan vaksin dosis kedua 115,55 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Rully mengatakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran 14.373 per dolar AS hingga 14.434 per dolar AS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel