Jelang arus mudik Lebaran, Bandara Lombok siapkan posko pengawasan

·Bacaan 2 menit

PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan membuka posko monitoring untuk meningkatkan pelayanan kepada para penumpang pada arus mudik Idul Fitri 1443 Hijriah mendatang.

"Monitoring angkutan Lebaran 2022 Bandara Lombok beroperasi tanggal 25 April sampai 10 Mei 2022," kata Humas PT Angkasa Pura I Bandara Lombok Arif Haryanto di Praya, Lombok Tengah, Kamis.

Posko ini fungsinya untuk melakukan pemantauan terhadap operasional bandara agar berjalan dengan baik, lancar, dan kondusif. Posko ini melibatkan unsur internal Angkasa Pura I dan unsur eksternal dari TNI, Polri, BMKG, Airnav, Imigrasi, KKP, maskapai, dan "ground handling".

Dengan adanya posko Lebaran tersebut diharapkan arus mudik 2022 ini dapat berjalan lancar, aman dan terkendali. "Sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik atau service excellent untuk para pengguna jasa kebandarudaraan," katanya.

Ia mengatakan meskipun Lebaran tinggal menghitung hari, sampai dengan saat ini belum ada maskapai yang mengajukan tambahan penerbangan (extra flight). Namun, pihaknya tetap siap memberikan pelayanan ketika ada maskapai yang mengajukan penambahan penerbangan pada arus mudik Lebaran tahun ini.

"Untuk extra flight, masih menunggu besok, karena informasinya besok Lion baru bisa memastikan akan mengajukan extra flight-nya," katanya.

Pergerakan jumlah penumpang baik yang datang maupun yang berangkat pada bulan Ramadhan ini tetap normal atau tidak ada peningkatan. Berdasarkan data yang ada rata-rata pergerakan penumpang adalah 3.800 penumpang per hari, dengan 37 pergerakan pesawat per hari yang tiba dan berangkat dari Bandara Lombok.

"Rata penumpang di Bandara Lombok saat ini sekitar 3800 penumpang," katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah membuka layanan vaksinasi COVID-19 seiring dengan berlakunya Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Nomor 48 yang berlaku 19 April 2022. Sehingga saat ini penumpang pesawat udara di atas usia 17 Tahun yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster saja yang tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif tes PCR atau antigen.

Untuk itulah, pihaknya membuka layanan vaksinasi COVID-19 di Bandara Lombok ini. Selain mendukung percepatan program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah, layanan ini juga dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi calon penumpang pesawat yang berangkat dari Bandara Lombok dalam memenuhi salah satu persyaratan perjalanan, yaitu sertifikat vaksinasi COVID-19.

"Ini untuk memudahkan para penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara. Layanan vaksinasi ini hanya melayani vaksinasi dosis kedua dan dosis ketiga (booster). Untuk vaksin dosis kedua tersedia jenis vaksin Sinovac dan Moderna, sedangkan vaksin dosis ketiga tersedia vaksin Moderna," demikian Arif Haryanto.

Baca juga: Gubernur NTB cek kesiapan angkutan mudik lebaran
.
Baca juga: Penumpang arus mudik di Bandara Lombok naik 9 persen

Baca juga: 8.000 TKI NTB akan mudik Lebaran

Baca juga: Persi NTB siapkan pokso rapid test di bandara antisipasi arus mudik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel