Jelang BRI Liga 1: APPI Sebut PSM Mulai Membayar Tunggakan Gaji Sejumlah Pemain

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - PSM Makassar disebutkan telah mulai membayar tunggakan gaji terhadap sejumlah pemainnya. Tim berjulukan Pasukan Ramang itu punya waktu hingga Jumat (17/8/2021) untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Kami memang belum rilis. Karena masih proses. Tapi, memang sudah ada pembayaran dari PSM, namun belum semua. Sudah ada pembayaran terhadap beberapa pemain," kata Pelaksana Tugas (Plt) General Manager (GM) Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), Hardika Aji ketika dihubungi Bola.com, Kamis (26/8/2021).

PSM Makassar diputuskan menunggak gaji 17 pemainnya oleh National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia berdasarkan pengumuman di laman Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) pada 13 Agustus 2021.

Hardika Aji mengabarkan, dari informasi terbaru yang didapatkan pihaknya, manajemen PSM Makassar telah melunasi gaji beberapa pemain dalam beberapa hari belakangan.

"Kami mendapatkan kabar ini dari kedua belah pihak, manajemen PSM dan para pemain. Manajemen PSM sejak dua hari lalu sudah menghubungi langsung para pemainnya."

"Mereka kroscek ke pemain soal data dan lain-lain. Pembayaran untuk beberapa pemain juga masih disesuaikan karena perbedaan data. Cuma beberapa pemain bilang, semalam bilang sudah masuk gajinya."

"Angka yang sesuai mungkin sudah diselesaikan, dan beberapa lagi masih ada penyesuaian, misalnya mencocokkan salah di mana dan kurangnya di mana," jelas Hardika Aji.

Deadline untuk PSM

Ekspresi para pemain PSM Makassar setelah takluk dari PSS Sleman pada perebutan peringkat ketiga Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (24/4/2021). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)
Ekspresi para pemain PSM Makassar setelah takluk dari PSS Sleman pada perebutan peringkat ketiga Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (24/4/2021). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Hardika Aji mengingatkan bahwa Jumat (27/8/2021) menjadi batas terakhir bagi PSM Makassar untuk melunasi tunggakan gaji para pemainnya.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan menutup pendaftaran pemain pada esok hari bersamaan dengan kick-off BRI Liga 1 2021/2022.

Sesuai periode registrasi FIFA, kalender bursa transfer putaran pertama BRI Liga 1 bakal berakhir pada 27 Agustus 2021, dan PT LIB juga telah mengonfirmasi mengenai ketentuan ini.

"Batas akhir bagi PSM Makassar untuk melunasi tunggakan gajinya sampai hari terakhir pendaftaran pemain. Sepertinya besok. PSM punya deadline hingga 27 Agustus 2021," jelas Hardika Aji.

Ancaman Tidak Bisa Bermain di BRI Liga 1

Bek PSM Makassar, Zulkifli Syukur melakukan protes kepada wasit Asep Yandis saat melawan Borneo FC dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Bek PSM Makassar, Zulkifli Syukur melakukan protes kepada wasit Asep Yandis saat melawan Borneo FC dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

PSM Makassar terancam dilarang mengikuti BRI Liga 1 jika belum melunasi penunggakan gaji terhadap para pemainnya.

Hukuman bagi PSM Makassar jika tidak melunasi gaji para pemainnya adalah absen berkompetisi selama dua musim. Pasalnya, Pasukan Ramang tidak diperbolehkan mendaftarkan pemain dalam tiga periode.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita menjelaskan bahwa PSM Makassar harus menuntaskan utangnya kepada para pemain untuk bisa bermain di BRI Liga 1.

"Kalau belum diselesaikan, PSM Makassar tidak bisa berkompetisi. Itu sudah aturan FIFA. Kami harus tegas soal ini," kata Lukita ketika dihubungi Bola.com, Rabu (25/8/2021).

"Tim saya telah berkomunikasi dengan PSM. Insyaallah penyelesaiannya akan tepat waktu Mereka berkomitmen. Sebab, sebagai klub BRI Liga 1 yang mau main, PSM harus menyelesaikan semua urusan yang belum diselesaikan," papar Lukita.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel