Jelang El Clasico, Pemain Barcelona Sewot dengan Ulah Buzzer Sewaan

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVABarcelona dilanda konflik internal jelang menjamu Real Madrid dalam lanjutan LaLiga di Estadio Camp Nou, Sabtu malam WIB 24 Oktober 2020. Bek andalan tim asal Catalan, Gerard Pique angkat bicara soal buzzer sewaan manajemen untuk menyerang rekan-rekan setimnya.

Pique yang baru saja memperpanjang kontrak bersama Barcelona merasa heran dengan sikap manajemen. Mereka memilih menghamburkan uang dengan menyewa pihak ketiga demi memuluskan rencana. Padahal saat ini mereka ngotot untuk melakukan pemangkasan gaji pemain.

Baca juga: Real Madrid Terhindar dari Kutukan Sergio Ramos di El Clasico

"Sangat memalukan bahw klub menghabiskan uang untuk mengkritik kami," ujar Pique saat berbicara kepada La Vanguardia.

Rujukan Pique berbicara soal ini karena sedang marak kritik di media sosial kepada para pemain Barcelona yang menolak pemangkasan gaji. Lalu disimpulkan jika manajemen kembali menggunakan cara licik, seperti ketika berkampanye dalam pemilihan Presiden klub.

Skandal manajemen Barcelona di bawah kepemimpinan Josep Maria Bartomeu terkuak beberapa bulan lalu. Mereka menyewa jasa buzzer untuk melakukan kampanye negatif kepada calon Presiden lainnya.

"Merupakan sebuah kekejaman sebagai pemain Barcelona, melihat klub saya membelanjakan uang yang mereka minta dari kami. Bukan untuk mengkritik orang luar klub, tapi juga yang pernah memiliki hubungan dengan klub, dan juga pemain yang masih ada di sini," tuturnya.

Pique mengaku memang bukan bagian dari pemain yang menolak pemangkasan gaji. Toh dia sudah teken kontrak baru dengan Blaugrana. Tapi, melihat cara klub memperlakukan rekan lainnya seperti itu, dia meradang.

Baca juga: 6 Pembantaian Terganas di El Clasico Barcelona Vs Real Madrid

"Setiap pemain bebas menerima tawaran dari klub. Adalah masalah lain ketika mereka mewajibkan Anda secara sepihak dan dengan cara yang mereka lakukan. Saya tidak setuju dengan itu," kata Pique.