Jelang Fase Kepulangan dari Madinah, Ini yang Perlu Diketahui Jemaah Termasuk Zamzam

Merdeka.com - Merdeka.com - Jemaah haji gelombang kedua akan masuk fase pemulangan ke Tanah Air mulai 30 Juli 2022 mendatang. Jemaah haji gelombang kedua akan dipulangkan ke Tanah Air melalui Bandara AMMA Madinah, Arab Saudi.

Kasi Pelayanan dan Pemulangan Daker Madinah, Cecep Nursyamsyi, mengingatkan jemaah tidak sekali-kali membawa barang yang dilarang dalam penerbangan termasuk air zamzam. Jika ketahuan, koper akan dibongkar dan zamzam ditinggalkan.

"Makanya kami di dalam surat edaran ke masing-masing kloter untuk disosialisasikan ke jamaah apabila ditemukan barang air zam-zam di dalam koper bagasi, maka barang itu akan ditinggalkan. Makanya kami setiap hari wanti-wanti ke petugas keroyokan untuk tetap mensosialisasikan jangan memasukkan air zam-zam ke dalam koper," kata Cecep kepada tim Media Center Haji (MCH) 2022, di Daker Madinah.

Cecep memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan semua seksi mengingat pemulangan jemaah semakin dekat. Mulai dari seksi bimbingan ibadah, seksi transportasi, seksi akomodasi. Cecep memastikan, jemaah yang akan pulang sudah menyelesaikan Salat Arbain-!ya.

"Jadi Insya Allah untuk mereka sudah melakukan Arbain semua sebelum berangkat ke bandara. Secara perhitungan di sini sudah lengkap semua bahkan masih ada bonus sekitar dua kali jadi apabila mereka itu selesai di Ashar rata-rata pemberangkatan pagi, sudah ada bonus di Magrib dan Isya," terang Cecep.

Penimbangan Koper Mulai Besok

Dalam kesempatan yang sama, Cecep mengatakan untuk lima kloter pertama akan dipulangkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Sesuai aturan, penimbangan dengan maskapai Garuda akan dimulai H-2 sebelum keberangkatan. Hal yang sama juga berlaku untuk maskapai Saudia Airlines.

Adapun prosesnya, sejak malam koper jemaah diturunkan ke lobi hotel masing-masing. Kemudian dilakukan penimbangan. Jemaah menggunakan Garuda Indonesia dan Saudia Airlines selain embarkasi Surabaya mendapatkan jatah 32 kg untuk bagasi dan 7 kg untuk cabin. Khusus jemaah embarkasi Surabaya hanya 28 untuk bagasi dan 7 kg untuk kabin. Perbedaan itu terpaksa dilakukan karena alasan keselamatan penerbangan. Runway baru di landasan Bandara Juanda membuat seluruh penerbangan yang mendarat tidak bisa membawa beban berlebihan.

Setelah proses penimbangan selesai, koper dibawa ke gudang untuk dilakukan pemeriksaan X-Ray. Maskapai Garuda Indonesia bekerja sama dengan perusahaan Air Gate untuk proses pemeriksaan bagasi jemaah. Sedangkan maskapai Saudi Airline bermitra dengan Jeddah Management Company (JMC). Saat proses pemeriksaan dilakukan, petugas dari PPIH ikut memantau memastikan barang bawaan jemaah aman.

Setelah dipastikan tidak ada lagi barang-barang berbahaya dan membahayakan penerbangan, koper akan disimpan di gudang dua perusahaan itu. Di hari keberangkatan, koper akan dibawa ke airport untuk dimasukkan ke pesawat.

"Saat penimbangan diharapkan semua ketua karom, ketua rombongan hadir di sana untuk menyaksikan barangkali ada kelebihan atau ditemukan barang-barang yang dilarang untuk masuk ke dalam bagasi jemaah," katanya.

Saat ini, kata Cecep, pihaknya sedang tahap verifikasi jadwal keberangkatan dan dokumen yang diperlukan. Setelah semua lengkap, pihaknya segera mengirimkan jadwal pemulangan jemaah ke masing-masing sektor untuk diberikan ke kloter masing-masing.

"Pemulangan pertama pada tanggal 30 di hari pertama ada lima kloter yang akan diberangkatkan," tutup Cecep . [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel