Jelang Habolnas, Ini Fakta-Faktanya yang Mencengangkan

Pramdia Arhando

Hari Belanja Online Nasional atau yang dikenal Harbolnas akan resmi digelar pada 12 Desember 2019 mendatang. Pada perhelatan kali ini Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) menargetkan nilai transaksi yang dihasilkan mencapai Rp 7,8 triliun atau meningkat dari perolehan tahun lalu.

Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Igantius Untung mengatakan, melihat tren perkembangan Harbolnas dari tahun ke tahun, pihaknya memprediksi dan optimis nilai transaksi pada tahun ini akan meningkat.

Tercatat, sejak beberapa tahun belakangan, nilai transaksi saat Harbolnas selalu alami neaikan signifikan. Sejak tahun 2017, nilai transaksi mencapai Rp 4,8 triliun. Kemudian di tahun 2018, naik menjadi 6,8 triliun.

“Kami targetkan transaksi naik di tahun ini menjadi Rp 7,8 triliun,” ujar Untung saat konferensi pers di Jakarta.

Optimisme Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) bukan tanpa alasan, sebab dari tahun ke tahun, para mitra yang terlibat juga mengalami peningkatan.

300 E-Commerce Join

“Di tahun ini, anggota idEA yang ikut dalam acara Harbolnas kami targetkan menjadi 300. Di tahun lalu, jumlah pemain e-commerce yang ikut mencapai 204 peserta. Kalau kita flashback, saat awal mula Harbolnas dimulai hanya ada 7 atau 8 e-commerce saja,” ungkapnya.

Sementara itu, guna memberikan kemeriahan pelaksanaan tahun ini, pihak idEA juga akan melibatkan Gojek dan Grab sebagai mitra Harbolnas 2019.

“Masih banyak yang akan kita gandeng namun masih dalam proses kayak bidang ride healing akan terus kita coba, Grab juga,” tambah Untung.

Pengawasan Diskon Abal-abal

Tak hanya meningkatkan peserta Harbolnas, idEA juga akan melakukan pengawasan ketat terkait promosi dan potongan diskon para peserta tahun ini. Dengan ini diharapkan akan menghilangkan praktik diskon abal-abal yang dapat merugikan konsumen.

“Diskon kita awasi, jangan sampai ada perusahaan yang membuat diskon abal-abal,” tegasnya.

Pengawasan diskon juga dibarengi dengan komitmen dari para peserta dan juga adanya sanki yang berlaku bagi pelanggar.

idEA bersama para peserta akan membuat surat perjanjian yang melarang diskon palsu dan mengatur sanski hukum yang diterima apabila melanggar.

“Kita buat sanksi bagi perusahaan yang melanggar, apabila dilanggar kita tidak akan ikut sertakan di kegiatan tahun depan,” tutupnya.

Sementara itu, berdasarkan data Harbolnas 2018 lalu, ajang pesta belanja online tahunan ini berhasil mencatatkan penjualan produk lokal yang cukup signifikan.

Dari data lembaga riset penelitian AC Nielsen, terdapat 46 perseb barang yang terjual selama gelaran Harbolnas 2018 merupakan produk lokal dan mencatatkan kenaikan jumlah transaksi sebanyak lebih dari 6 kali lipat.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah