Jelang Hari Pahlawan 10 November: Mengenal Paras Pahlawan di Uang Rupiah

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai cara maupun upaya dilakukan untuk mengenang perjuangan dan mengenal para Pahlawan Indonesia yang berjuang untuk Indonesia.

Upaya dilakukan mulai dari membuat museum, nama jalan, mencetuskan hari pahlawan, dan lainnya. Bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan pada 10 November.

Penetapan Hari Pahlawan 10 November itu tertulis dalam surat Keputusan Presiden (Keppres) No. 316 Tahun 1959 16 Desember 1959 yang ditandatangani oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno.

Perlu diketahui gelar pahlawan tidaklah diberikan hanya bagi tokoh-tokoh besar, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia yang berjuang untuk kemerdekaan negara ini.

Pada 2016, Bank Indonesia (BI) secara resmi meluncurkan lembar uang kertas baru yang mencantumkan beberapa pahlawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Dilansir dari instagram @bank_indonesia, menampilkan paras para pahlawan melalui uang rupiah merupakan salah satu cara mengingat perjuangan dan pengabdian yang kekal dari para pahlawan nasional. Berikut sejumlah pahlawan yang ada di mata uang rupiah, dirangkum pada Jumat, (6/11/2020):

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Soekarno-Hatta

Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)
Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)

Sosok Bung Karno dan Bung Hatta tidak akan pernah dilupakan oleh rakyat Indonesia. Mereka adalah proklamator yang menyerukan kemerdekaan Indonesia setelah dijajah berabad-abad.

Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta menjadi presiden dan wakil presiden pertama Republik Indonesia yang pada tanggal 18 Agustus 1945 mereka dilantik oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Mereka mendapatkan gelar pahlawan pada tahun 1986. Saat ini wajah kedua tokoh tersebut diukir dalam lembaran seratus ribu rupiah.

Djuanda Kartawidjaja

Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)
Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)

Pada 28 September 1945, Djuanda memimpin para pemuda untuk merebut dan mengambil alih Jawatan Kereta Api dari Jepang setelah Indonesia Merdeka.

Bahkan, ia juga berhasil menguasai Jawatan Pertambangan, karesidenan, dan objek-objek militer di Bandung bagian utara. Atas perjuangannya tersebut, pemerintah kemudian mengangkat Djuanda menjadi Kepala Jawatan Kereta Api wilayah Jawa dan Madura.

Ia juga pernah menjadi Menteri Perhubungan, Menteri Perairan, Menteri Kemakmuran dan Keuangan dan juga Menteri Pertahanan. Bahkan ia juga pernah menjadi perdana menteri pada tahun 1959.

Berdasarkan Keputusan Presiden RI No.224/1963, ia diangkat menjadi tokoh nasional, dan saat ini Djuanda juga digambarkan pada uang Rp 50.000

Sam Ratulangi

Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)
Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)

Dr. GSSJ Ratulangi, nama pahlawan yang ada di lembaran uang Rp 20.000 ini lebih terkenal dengan sebutan Sam Ratulangi dan tokoh multidimensional.

Ia merupakan pahlawan di bidang pendidikan. Pahlawan asal Manado ini berjuang agar semua rakyat Indonesia mendapat pendidikan yang baik. Selain itu, ia juga seorang politikus, guru dan juga jurnalis. Setelah Indonesia merdeka, Sam Ratulangi diangkat menjadi gubernur pertama Sulawesi Utara.

Frans Kaisiepo

Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)
Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)

Frans Kaisiepo merupakan pahlawan dari Papua dan seseorang yang aktif melawan Belanda. Frans juga termasuk orang Papua pertama yang mengibarkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di tanah Papua.

Pada 14 September 1993, Frans Kaisiepo diberikan gelar pahlawan nasional dan juga dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana Kelas dua. Pahlawan asal Papua tersebut, saat ini dicantumkan pada lembaran uang Rp 10.000.

Idham Chalid

Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)
Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)

Dr. KH Idham Chalid, Wajah pahlawan ini bisa kita jumpai di lembaran uang lima ribu rupiah. Ia diangkat menjadi pahlawan nasional berdasarkan Keputusan Presiden No.113/TK/2011.

Sejarah mencatat selain berasal dari kaum intelektual, ia juga merupakan sosok sentral dalam pergerakan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Kalimantan

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia, lo, yaitu pada 1956 sampai 1959. Tak hanya itu, selain dikenal sebagai kyai masyhur, Idham Chalid juga pernah menjadi Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) selama 28 tahun, yaitu dari tahun 1956 sampai 1984.

Mohammad Husni Thamrin

Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)
Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)

Memiliki panggilan Mat Seni si pejuang dari tanah Betawi, merupakan seorang politisi di era Hindia Belanda. Ia diberikan gelar pahlawan nasional lewat surat Keputusan Presiden No.175/1960. Saat ini wajahnya dapat kita lihat pada lembar uang dua ribu rupiah.

Dia dikenal sebagai salah satu tokoh Betawi dari organisasi Kaoem Betawi, yang pertama kali menjadi anggota Volksraad atau dewan rakyat bentukan Hindia Belanda. Ia mewakili kelompok pribumi.

Selain itu, kiprahnya dalam pergerakan nasional, berjuang demi rakyat, kemajuan masyarakat pribumi dan tuntutan agar Indonesia berparlemen dan merdeka menjadikannya orang yang paling dicari kolonial Belanda.

Cut Meutia

Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)
Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)

Cut Nyak Meutia atau Tjut Meutia adalah pahlawan perempuan dari Aceh. Dia menjadi pahlawan nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 107/1964.

Pada 1901 merupakan awal perjuangannya melawan penjajah di daerah Pasai. Selain sebagai ibu rumah tangga, ia juga merupakan sosok pengatur strategi pertempuran yang taktik buatannya kerap kali merepotkan Belanda. Dia menyerang dan merampas pos-pos kolonial. Pada 24 Oktober 1910, Tjut Meutia gugur saat bentrok dengan Marechausée di Alue Kurieng.

Karena perjuangannya, ia diberikan gelar pahlawan nasional berdasarkan surat Keputusan Presiden No.107/1964. Saat ini parasnya dapat kita lihat di lembaran uang Rp 1.000.

(Ihsan Risniawan-FIS UNY)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini