Jelang Idul Adha, Polisi Diminta Ikut Awasi Lalu Lintas Hewan Ternak

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan mengacu pada ISIKHNAS Kementerian Pertanian (Kementan) merilis angka penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tmencapai 233.370 kasus aktif. Data pada Jumat 1 Juli 2022 itu juga menyebutkan PMK tersebar di 246 wilayah.

Untuk itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni meminta Polri ikut mengecek kualitas hewan kurban yang akan disebarluaskan di seluruh Indonesia jelang Idul Adha.

"Seiring dengan semakin mengkhawatirkannya penyebaran kasus PMK ini, apalagi sekarang sudah beberapa hari menjelang hari raya Idul Adha, maka sudah diperlukan intervensi yang lebih tegas dari otoritas, dalam hal ini kepolisian. Karenanya, saya meminta kepada Kepolisian untuk mengerahkan aparatnya turun langsung melakukan sweeping demi memastikan agar hewan yang diqurbankan tidak tengah menderita penyakit. Ini sangat penting demi membendung penularan. Jangan sampai terdapat daging yang sampai ke warga itu adalah daging yang sudah terinfeksi dan tidak layak makan, khawatir malah jadi masalah baru nanti," ujar Sahroni dalam keterangannya hari ini (4/7).

Lebih lanjut, Sahroni juga meminta kepada Kepolisian untuk bekerjasama dengan lembaga terkait seperti Kementerian Pertanian dan lembaga sejenis untuk melakukan edukasi terutama kepada peternak terkait ciri-ciri dan gejala PMK.

"Saya rasa perlu ada edukasi secara masif terkait ciri-ciri hewan atau daging yang sudah terinfeksi PMK. Jadi masyarakat bisa melakukan pengecekan mandiri. Hal itu bisa dilakukan dengan sosialisasi di tempat-tempat pemotongan hewan kurban secara langsung maupun edukasi melalui media sosial. Yang terpenting masyarakat kita juga turut sadar akan fenomena ini, sehingga mengurangi dampak yang tidak diinginkan," demikian Sahroni. [hhw]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel