Jelang ke Eropa, Garuda Select Dapat Wejangan dari Iwan Fals

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jelang keberangkatan ke Eropa, para pemain Garuda Select angkatan ketiga berkumpul di Jakarta untuk melakukan persiapan terakhir, Senin 30 November 2020. Para pemain mendapatkan pembekalan materi dalam menghadapi karier sepak bola di masa mendatang. Mulai dari di mana akan berkarier, apa yang direncanakan setelah bermain bola, dan sebagainya.

Dalam kesempatan tersebut, juga hadir legenda hidup musik Indonesia, Iwan Fals. Pelantun lagu Bento tersebut memberi masukan kepada Adre Arido cs tentang apa saja yang harus dilakukan saat menimba ilmu jauh dari rumah. Perjuangan dan perjalanan hidupnya diceritakan kepada para pemain dan semakin menambah motivasi dan semangat anak-anak.

"Saya terinspirasi untuk terus berlatih bersungguh-sungguh demi menggapai kesuksesan. Satu hal yang jadi pelajaran saya dari seorang Iwan Fals adalah meskipun dia gagal menjadi pemain bola, tetapi dia tidak mudah menyerah dan mencari jalan kesuksesan lain. Itu sangat menginspirasi saya," ucap salah satu pemain, Wahyu Agung.

Bagi Iwan Fals, Program Garuda Select membuka peluang bagi para pemain-pemain muda terbaik Tanah Air untuk unjuk kemampuan di Eropa. Menurutnya, Indonesia memang memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan sepak bola, dengan pembinaan yang tepat sasaran.

“Saya mengikuti perkembangan Garuda Select lewat Dream Chaser dan baru saya lihat ada program yang sedetail ini. Anak-anak ini memang harus keluar mencari ilmu baru. Bisa mempelajari kultur sepak bola di sana juga. Juga harus diingat jangan dijadikan beban. Bergembiralah dalam menjalani prosesnya,” ucap Iwan Fals.

Di hadapan Iwan Fals, para pemain mengungkapkan keinginannya untuk menjadi pemain profesional dan bermain untuk klub di Eropa. Hal ini memang sesuai dengan tujuan dari Program Garuda Select, yakni membuka kesempatan kepada para pemain tersebut untuk punya karier di luar negeri.

Menjalani pemusatan latihan di Eropa untuk para pemain yang memiliki usia masih relatif muda meman jadi tantangan tersendiri. Segala bentuk penyesuaian mulai dari cuaca, makanan, bahasa, hingga budaya setempat tentu merupakan hal yang harus diperhatikan. Hal ini juga yang menjadi sorotan Iwan Fals dalam wejangannya kepada para pemain.

“Apalagi nanti di sana persaingannya pasti tidak main-main, yang namanya penyesuaian memang harus ada. Kalau soal kangen rumah, sekarang sudah ada teknologi yang bisa jadi solusi itu. Tetapi faktor lain juga harus jadi pertimbangan. Harus bertanggung jawab kepada diri sendiri, mengatur pola istirahat dan sebagainya,” ucap Iwan.

Selama hampir dua jam, Iwan Fals berada di tengah-tengah dan membicarakan banyak hal. Termasuk impian besar mereka dari sepak bola. Melihat semangat yang ada di dalam diri para pemain, Iwan mengaku tergugah dan bukan tidak menutup kemungkinan akan ada lagu tentang sepakbola lagi yang dibuat.

“Pasti ada banyak inspirasi untuk membuatnya, seperti ketika saya menulis lagu tentang politik dan isu-isu lain, nanti bisa dipikirkan. Contohnya Supriadi, badannya kecil tetapi dia bisa berlari dan bersaing dengan pemain-pemain dengan postur yang lebih besar. Jadi, tidak menutup kemungkinan (membuat lagu)," kata Iwan.