Jelang Laga Lawan Persikabo, Ini Fakta Minimnya Gol Persela di BRI Liga 1

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Hingga pekan ke-13 BRI Liga 1 2021/2022, Persela Lamongan punya persoalan yang belum terselesaikan. Adalah minimnya produktifitas gol.

Saat ini mereka baru mengoleksi sepuluh gol atau jumlah paling minim di Liga 1 musim ini. Total sepuluh gol sama dengan milik dua tim posisi terbawah: Persipura Jayapura dan Persiraja Banda Aceh.

Hal di atas jadi faktor yang membuat Persela sulit mendapat kemenangan. Baru tiga laga yang bisa dimenangi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.

Bahkan dalam tiga laga terakhir, mereka menelan kekalahan. Sebenarnya, Persela punya dua pemain asing dengan naluri menyerang: Ivan Carlos dan Jabar Sharza. Namun keduanya juga belum bisa diharapkan mendongkrak produktifitas Persela.

Ivan jadi pemain tersubur tapi hanya dengan tiga gol saja. Pelatih Persela, Iwan Setiawan sempat kecewa dengan performa striker asal Brasil tersebut. Karena dia beberapa kali membuang peluang emas.

Seperti saat melawan Bali United, 19 November lalu. Sang pelatih memberi kritik pedas kepada Ivan yang gagal mencetak gol ketika sudah berhadapan dengan kiper lawan.

Kontribusi Pemain Sayap dan Gelandang

Pemain Persela Lamongan, Ivan Carlos (kanan) dan pemain Persela Lamongan, Muhammad Alwi Slamat berduel udara dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persela Lamongan, Ivan Carlos (kanan) dan pemain Persela Lamongan, Muhammad Alwi Slamat berduel udara dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Justru para pemain sayap dan gelandang Persela yang beberapa kali jadi pemecah kebuntuan. Seperti Malik Risaldi dan Riyatno Abiyoso yang sama-sama mengoleksi dua gol. Sedangkan Gian Zola, Birul Walidain, dan Jabar Sharza masing-masing mencetak satu gol.

Tentu Iwan sudah memahami persoalan timnya ini. Namun yang terpenting baginya sekarang mengembalikan mental dan kepercayaan diri pemain lebih dulu. Sehingga anak buahnya kembali percaya diri saat dapat peluang di depan gawang lawan.

Jika melihat komposisi pemain Persela, mereka memang tak terlalu greget. Praktis tim ini tak punya striker tajam dan gelandang kreatif.

Mereka juga mengandalkan barisan pemain muda yang secara pengalaman belum mentereng. Hadirnya Ahmad Bustomi dan Gian Zola di lini tengah sepertinya tak cukup mengatrol permainan Persela.

Baru Sekali Cetak Dua Gol dalam Satu Laga

Pemain Persela Lamongan, Jabar Sharza (kanan) berebut bola dengan kiper Persebaya Surabaya, Andhika Ramadhani dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persela Lamongan, Jabar Sharza (kanan) berebut bola dengan kiper Persebaya Surabaya, Andhika Ramadhani dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Melihat catatan 13 laga Persela, mereka hanya sekali mencetak lebih dari satu gol dalam satu laga. Catatan yang mewakili seretnya produktifitas Ivan Carlos dkk. Persela mencetak dua gol saat bermain imbang lawan Madura United.

Iwan mengaku bukan persoalan teknis yang dialami Persela. Karena mereka masih bisa membuat sejumlah peluang dalam satu pertandingan.

Kini, sang pelatih memperbanyak agenda classroom bagi pemainnya. Memutar rekaman video dan juga memberikan motivasi dengan tujuan pemain bisa terlecut kembali semangatnya.

"Beberapa langkah kami lakukan untuk mengembalikan kepercayaan diri tim. Tapi semua kembali kepada individu. Hal seperti ini biasa dalam sepak bola Indonesia," kata Iwan.

"Menang semua orang senang, saat kalah dihujat. Tapi pemain harus punya mental baja menghadapi ini. Jangan cengeng,” lanjutnya.

Di Mana Posisi Persela Saat Ini?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel