Jelang Libur Akhir Tahun, Satgas COVID-19 Minta Masyarakat Tak Lengah dan Belajar dari Pengalaman

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan saat ini kondisi kasus di Indonesia makin terkendali. Data per 8 November 2022, tersisa 0,23 persen orang positif COVID-19 dan angka kesembuhan yang mencapai 96,93 persen.

Dalam menghadapi periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), masyarakat diminta mendukung langkah pencegahan penularan COVID-19.

"Untuk itu bijaknya, kami menghargai pencapaian dengan tetap mempertahankan perkembangan kasus yang baik ini, bukan malah sebaliknya bersikap lengah dan lalai, sebagaimana yang juga disarankan oleh Kementerian/ lembaga dan juga oleh DPR," ujar Wiku, dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19, Selasa (9/11/2021), yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Belajar dari pengalaman libur panjang selama dua tahun terakhir, terlihat bahwa kelalaian protokol kesehatan atau kurang terkendalinya mobilitas dapat memicu lonjakan kasus.

Satgas menyebut ada lima hal yang harus dilakukan demi mencegah lonjakan kasus di awal tahun 2022.

Pertama, menjalankan protokol kesehatan 3M secara komprehensif dan konsisten. Dalam praktiknya, harus saling terintegrasi, tidak terpisah-pisah, baik memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Selain itu yang penting, protokol kesehatan harus diterapkan di mana pun dan kapan pun selama rangkaian kegiatan dan perjalanan.

Kedua, menyegerakan vaksinasi COVID-19 sebagai tanggung jawab dalam melindungi masyarakat yang rentan.

Ketiga, inisiatif melakukan testing atau pengobatan COVID-19 jika merasakan gejala mirip COVID-19. Hal ini bertujuan mencegah penularan, dengan terdeteksi lebih cepat dan meningkatkan angka kesembuhan karena ditindaklanjuti lebih cepat pula.

Analisis Risiko Penularan

Ilustrasi pemakaian masker. (dok. Unsplash/ Kobby Mendez)
Ilustrasi pemakaian masker. (dok. Unsplash/ Kobby Mendez)

Keempat, menganalisis risiko penularan sebelum berkegiatan. Perlunya, memperhatikan sirkulasi udara dan durasi kegiatan. Masyarakat juga perlu mempertimbangkan urgensi bepergian khususnya bagi mereka yang sedang merasa tidak dalam keadaan fit.

"Khususnya, bagi orang yang merasakan gejala maupun kontak erat kasus COVID-19, untuk tidak melakukan aktivitas luar ruang dan aktivitas perjalanan, demi keamanan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita," lanjutnya.

Kelima, mengikuti perkembangan kebijakan yang berlaku dan mematuhinya. Untuk itu dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi agar kebijakan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam pengendalian COVID-19.

"Terakhir, saya ingin mengajak kita semua untuk menjadikan momen libur panjang sebagai tantangan kolektif, tantangan Indonesia untuk segera terbebas dari pandemi COVID-19. Melalui segala persiapan dan kerja keras untuk menerapkannya, kita bersama dapat mencegah lonjakan kasus atau gelombang kasus baru lainnya," tutur Wiku.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel