Jelang Libur Panjang, Ini Imbauan Jasa Marga untuk Pengendara

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Marga memprediksi, puncak volume lalu lintas pada periode libur panjang dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1412 H akan terjadi pada Rabu 28 Oktober 2020. Kemudian untuk arus baliknya pada Minggu 1 November 2020.

Oleh karena itu, Jasa Marga mengimbau agar pengguna jalan yang akan melakukan perjalanan, agar menghindari perjalanan saat puncak volume lalin libur panjang untuk keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

"Khusus pada layanan di tempat istirahat, Jasa Marga mengoptimalkan layanan di berbagai fasilitas yang tersedia dengan penerapan physical distancing melalui pembatasan pengunjung dan kapasitas parkir maksimum 50%, sebagai pencegahan penyebaran Covid-19," kata Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru pada keteranganya, Senin (26/10/2020).

Heru menjelaskan, pihaknya telah menyiagakan beberapa petugas operasional dan pos pengamanan serta bekerjasama dengan kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas buka/tutup tempat istirahat saat terjadi antrean kendaraan saat libur panjang.

"Bawa bekal dari rumah dan pastikan BBM terisi penuh sebelum melakukan perjalanan. Jika harus mampir ke rest area untuk istirahat, kami imbau untuk tetap menggunakan masker, mencuci tangan dan jaga jarak, memilih untuk take away makanan dibandingkan makan di tempat, membawa peralatan ibadah pribadi dan tidak perlu berlama-lama di rest area," imbaunya.

Heru menambahkan, untuk pengendara agar memastikan kendaraan dalam keadaan prima, terutama dengan kondisi curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini. Selain itu, pastikan saldo uang elektronik cukup serta patuhi rambu-rambu dan arahan petugas.

21,77 Persen Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Antrean kendaraan melintasi ruas Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Rabu (13/6). Pada H-2 Lebaran, kepadatan di ruas tol Jakarta-Cikampek disebabkan karena penyempitan jalur, lantaran ada proyek pembangunan LRT dan Tol Elevated. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Antrean kendaraan melintasi ruas Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Rabu (13/6). Pada H-2 Lebaran, kepadatan di ruas tol Jakarta-Cikampek disebabkan karena penyempitan jalur, lantaran ada proyek pembangunan LRT dan Tol Elevated. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sementara itu, Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga, Pratomo Bimawan Putra menyebutkan volume lalin keluar Jakarta selama cuti bersama diprediksi naik sekitar 21,77% apabila dibandingkan dengan lalin periode new normal.

"Distribusi mayoritas lalin meninggalkan Jakarta ke arah Timur menuju Jalan Tol Trans Jawa dan Jalan Tol Cipularang dan Padaleunyi sebesar 48,17%. Sementara 28,32% ke arah Barat menuju Banten/Merak dan 23,51% ke arah Selatan yang merupakan lalu lintas lokal menuju Bogor/Puncak/Ciawi,” jelas Bima.

Lanjutnya, angka prediksi tersebut merupakan angka kumulatif lalin yang meninggalkan Jakarta di beberapa Gerbang Tol (GT) Barrier/utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan) serta GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur).

Sementara, Bima menyampaikan dalam pelayanan transaksi, Jasa Marga telah meningkatkan kapasitas layanan di GT Utama dengan menyiapkan petugas Mobile Reader dan GT sementara di Km 149 Gedebage Jalan Tol Padalarang-Cileunyi sebagai antisipasi kepadatan keluar Cileunyi.

"Kami juga memastikan gardu transaksi beroperasi penuh, keberfungsian peralatan tol 100% dan penyiagaan genset 24 jam. Temasuk di layanan konstruksi, Jasa Marga telah melakukan penghentian sementara pekerjaan konstruksi pada periode libur Maulid Nabi," jelasnya.

"Kami juga telah melakukan pelebaran lajur di Km 48 yang merupakan pertemuan Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah dengan Jakarta-Cikampek Elevated. Pelebaran lajur dilakukan di kedua sisi, baik arah Jakarta maupun arah Cikampek, diharapkan dengan adanya pelebaran ini dapat mengurangi kepadatan titik pertemuan kendaraan dua ruas jalan tol tersebut," tambah Bima.

Bima melanjutkan, pihaknya telah memastikan CCTV, Variable Message Sign (VMS), VMS Mobile, Remote Traffic Microwave Sensor (RTMS) dan Radio komunikasi untuk memonitor kondisi lalu lintas dan percepatan informasi telah berfungsi.

"Sebagaimana Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Nomor UM.006/4/4/DRJD/2020 tanggal 22 Oktober 2020 tentang Pembatasan Operasional Angkutan Barang selama libur Panjang Maulid Nabi, kami akan mendukung perambuan dan petugas di titik penyekatan kendaraan barang," katanya.

Diketahui sesuai SE tersebut, untuk kendaraan yang meninggalkan Jakarta diberlakukan mulai 27 Oktober 2020 pukul 12.00 WIB sampai 28 Oktober 2020 pukul 14.00 WIB, kendaraan akan dikeluarkan di GT Cikarang Barat dan dapat masuk kembali di GT Palimanan

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: