Jelang Libur Sekolah, Masyarakat Diimbau Liburan ke Destinasi Wisata Lokal

Merdeka.com - Merdeka.com - Musim libur sekolah segera tiba. Momen pergantian tahun ajaran ini biasanya digunakan sebagian masyarakat untuk berlibur bersama keluarga. Sayangnya, dalam kondisi ini harga tiket perjalanan angkutan udara tengah meroket.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyarankan masyarakat untuk berlibur ke destinasi wisata yang bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Apalagi hampir setiap wilayah saat ini memiliki destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

"Pekan ini kami akan mencoba ke Garut-Tasik, Sumedang-Cirebon yang bisa dijangkau dengan kendaraan roda 2 dan roda 4 dan jaraknya tidak jauh dari Jakarta," kata Sandiaga di kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Senin (13/6).

Tak hanya itu, di Jawa Barat, Banten, Semarang hingga Lampung juga memiliki destinasi wisata lokal yang tidak kalah menarik. Tempat-tempat tersebut bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menghabiskan masa liburan sekolah bersama keluarga.

Selain itu, berbagai destinasi tersebut juga bisa ditempuh dengan menggunakan bus pariwisata. Namun dia mengingatkan agar masyarakat lebih teliti ketika menggunakan jasa bus perjalanan wisata.

"Banyak bus pariwisata yang tidak terdaftar dan sebelum menggunakannya kita harus cek terlebih dahulu. Kita pastikan kendaraan yang digunakan dan fasilitasnya masih berfungsi dengan baik," kata dia.

Secara khusus, pihaknya telah menyiapkan pedoman pengecekan penggunaan bus pariwisata yang laik. Untuk itu, masyarakat diminta untuk melakukan pengecekan sebelum menggunakan jasa yang ditawarkan.

Dia berharap euforia libur sekolah ini tidak melupakan standar protokol kesehatan selama berwisata. Berbagai destinasi wisata juga harus memperhatikan pedoman CHSE yang dalam waktu dekat akan dijadikan Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Saya ingatkan aspek CHSE-nya harus dijaga dan terpenting kebangkitan momentum ini tidak tercederai dengan penyelenggaraan ekonomi kreatif yang di luar bingkai CHSE atau aji mumpung. Ini jangan terjadi lagi karena semua yang kita lakukan untuk pelayanan publik," pungkasnya. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel