Jelang Liga 2, Manajemen Persis Solo Diterpa Masalah Internal soal Pemecatan Staf

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Solo - Di tengah persiapan menghadapi Liga 2, klub Persis Solo tengah diterpa persoalan di internalnya. Muncul kabar pemecatan public relations atau humas mereka bernama Michelle Kuhnle secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Perempuan asal Solo berusia 17 tahun itu sudah tidak lagi menjadi bagian dari humas tim Laskar Sambernyawa (julukan Persis) sejak 24 Mei 2021 kemarin. Dalam penuturannya, ia sudah di-PHK oleh Persis.

Michelle Kuhnle sedianya adalah PR Persis di era baru Laskar Sambernyawa di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep dan koleganya. Ia lama menghiasi kehumasan Persis sejak perkenalan manajemen maupun awak pemain anyar.

Terkait pemecatannya, Michelle Kuhnle secara resmi menggelar jumpa pers di Kota Solo didampingi ibunda Michelle, Dewi Kuhnle, bersama kuasa hukumnya M. Taufik, Rabu (26/5/2021).

Michelle membenarkan jika pemecatannya tersebut dilakukan sepihak dan secara lisan pada Jumat 21 Mei 2021, tanpa melalui prosedur yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan berlaku.

"Betul bahwa saya tidak lagi sebagai humas Persis Solo. Saya tiba-tiba di PHK secara sepihak tanpa peringatan lisan, tanpa surat peringatan, dan dengan alasan yang tidak masuk akal," terang Michelle Kuhnle.

Perlakuan Tidak Menyenangkan

Eks public relations Persis Solo, Michelle Kuhnle didampingi kuasa hukumnya, M Taufik saat menggelar konferensi pers di Solo, Rabu (26/5/2021). (Bola.com/Vincentius Atmaja)
Eks public relations Persis Solo, Michelle Kuhnle didampingi kuasa hukumnya, M Taufik saat menggelar konferensi pers di Solo, Rabu (26/5/2021). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Awal ia bekerja di lingkungan Persis, Michelle diajak Direktur Utama Persis Solo Kaesang Pangarep dan komisaris utama Kevin Nugroho bergabung untuk mengisi posisi public relations.

Michelle juga sudah menandatangani surat perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) selama tiga bulan di mana PT Persis Solo Saestu diwakili dan ditandatangani HRD Galih Pandhu Prasasti.

"Tugas dan tanggung jawab saya adalah melakukan kegiatan yang berakitan dengan public relations antara lain menyusun media report secara berkala yang diserahkan kepada manajemen dan membina hubungan baik dengan suporter, para awak media dan dengan berbagai pihak terkait," ungkap Michelle.

Namun seiring berjalannya waktu, dirinya mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dengan pemecatan sepihak dari manajemen PT Persis Solo Saestu. Pada 21 Mei 2021 ia dipanggil HRD Persis untuk diberhentikan sebagai public relations klub secara lisan dan sepihak.

"Saya kira Mas Kaesang belum tahu kabar pemecatan saya. Alasan pemecatan adalah atas rekomendasi saudara Bryan Barcelona (Media Officer Persis) yang tidak menyukai kinerja saya sebagai humas. Termasuk saya menolak diminta menjadi moderator di sebuah acara bedah buku," tuturnya.

"Karena saya merasa acara itu bukan kegiatan resmi dari Persis, dan saya belum ada persiapan. Alasan itu digunakan untuk memecat saya. Bagaimana bisa, belum ada kontrak kerja sudah dijadikan dasar PHK," beber Michelle.

Klarifikasi Manajemen Persis

Prosesi pengenalan manajemen baru Persis Solo yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep di Stadion Manahan, Sabtu (20/3/2021). (Bola.com/Vincentius Atmaja)
Prosesi pengenalan manajemen baru Persis Solo yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep di Stadion Manahan, Sabtu (20/3/2021). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Dirinya menyebutkan dasar PHK bukan atas kinerja atau profesionalisme, tetapi diduga lebih kepada masalah personal atau masalah pribadi antara media officer Persis dan dirinya. Di sisi lain, ia mengaku gaji yang diterimanya dari Persis tidak sesuai dengan yang disepakati.

Terkait langkah selanjutnya, Michelle meminta agar pihak Persis Solo khususnya media officer dan HRD klub membuat permintaan maaf secara resmi melalui media massa. Sebagai bentuk keadilan dan pemulihan nama baiknya.

Michelle juga menegaskan tidak akan lagi bekerja untuk manajemen Persis setelah adanya kasus ini, meski masih setia sebagai pendukung Persis Solo. Pihak Michelle Kuhnle pun berencana membawa kasusnya ke ranah hukum melalui kuasa hukumnya

Sementara itu saat diklarifikasi, manajemen Persis melalui rilisnya mengemukakan bahwa pemutusan hubungan kerja dengan Michelle Kuhnle sebagai humas klub, telah melalui pertimbangan atas kinerjanya.

"Manajemen Persis secara keseluruhan memiliki penilaian terkait performa dan kinerja harian Michelle selama berada di lingkungan kerja Persis. Salah Satu-satunya adalah aktivitas yang dilakukan untuk menilai performa pegawai. Sehingga, bisa disimpulkan bahwa tidak ada faktor personal di balik keputusan yang diambil oleh manajemen klub," demikian rilis yang dikirim melalui media officer Persis, Bryan Barcelona.

"Dia (Michelle Kuhnle) juga mengajukan pengunduran diri ke Kaesang Pangarep tanggal 14 April, manajemen memproses itu sambil melihat progress dari bulan April ke Mei," tegasnya.

Video