Jelang MU Vs Arsenal di Liga Inggris, Berikut 3 Data dan Faktanya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Manchester 0 Laga Manchester United (MU) kontra Arsenal pernah menjadi salah satu pertandingan yang menarik di Liga Inggris. Maklum, keduanya adalah klub terbaik.

Bentrok MU dengan Arsenal kerap berlangsung ketat, menarik, dan penuh emosi. Wajar, karena laga ini berpotensi menentukan siapa di antaranya keduanya yang akan dinobatkan sebagai juara Liga Inggris.

Tapi, duel MU kontra Arsenal ternyata tidak selalu seperti itu dalam beberapa musim terakhir. Mengapa bisa demikian?

Jelang MU menjamu Arsenal di Old Trafford, Minggu (1/11/2020), laporan Football London mengulas tentang di balik naik turunnya rivalitas kedua tim.

Head to head

Striker Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang mengontrol bola dari kawalan bek Manchester United, Eric Bailly selama pertandingan lanjutan Liga Inggris di stadion Old Trafford (5/12). MU bermain imbang 2-2 atas Arsenal. (AFP Photo/Oli Scarff)
Striker Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang mengontrol bola dari kawalan bek Manchester United, Eric Bailly selama pertandingan lanjutan Liga Inggris di stadion Old Trafford (5/12). MU bermain imbang 2-2 atas Arsenal. (AFP Photo/Oli Scarff)

Duel di Old Trafford akan menjadi pertandingan ke-233 untuk MU dengan Arsenal di semua kompetisi. Angka ini diambil dari 11v11.com.

MU tengah mencari kemenangan ke-100 atas Arsenal. Sementara Arsenal memiliki 84 kemenangan atas Setan Merah. Sedangkan 49 pertandingan lainnya berakhir imbang.

Hampir 700 gol telah dicetak dalam duel MU kontra Arsenal selama bertahun-tahun. Meski MU unggul dalam kemenangan, Arsenal memimpin untuk jumlah gol, yakni 328 berbanding 252.

Meningkatnya Kesenjangan Finansial

Striker Arsenal, Alexandre Lacazette, melepaskan tendangan saat melawan Manchester United pada laga Premier League di Stadion Emirates, Rabu (1/1/2020). Arsenal menang 2-0 atas Manchester United. (AP/Matt Dunham)
Striker Arsenal, Alexandre Lacazette, melepaskan tendangan saat melawan Manchester United pada laga Premier League di Stadion Emirates, Rabu (1/1/2020). Arsenal menang 2-0 atas Manchester United. (AP/Matt Dunham)

MU memiliki keunggulan finansial atas Arsenal selama lebih dari 15 tahun, dengan selisih terlebar saat ini. Ketika Arsenal terakhir kali memenangkan Liga Inggris pada 2003/04, MU memiliki omzet sebesar 171,4 juta pound.

Sementara Arsenal ketika itu omzetnya sebesar 115.0 juta pound. Dengan demikian, ada selisih sebesar 56.5 juta pound.

Selisih itu menyusut menjadi 3,3 juta pound pada 2006/07. Tetapi, sejak saat itu jumlah selisihnya terus meningkat.

Saat MU terakhir kali memenangkan Liga Inggris pada 2012/13, selisihnya telah mencapai 119,6 juta pound. Dan pada 2018/19, musim terakhir di mana angka-angkanya tersedia, jumlahnya mencapai 231,5 juta pound.

Selalu di Atas?

Bek Manchester United, Harry Maguire, berebut bola dengan bek Arsenal, Sokratis Papastathopoulos, pada laga Premier League di Stadion Old Trafford, Manchester, Senin (30/9). Kedua klub bermain imbang 1-1. (AFP/Paul Ellis)
Bek Manchester United, Harry Maguire, berebut bola dengan bek Arsenal, Sokratis Papastathopoulos, pada laga Premier League di Stadion Old Trafford, Manchester, Senin (30/9). Kedua klub bermain imbang 1-1. (AFP/Paul Ellis)

Saat Leeds United finis ketiga di Liga Inggris 1999/20, manajer mereka David O'Leary mengatakan tim mudanya telah 'memenangkan' liga lain. Saat itu, MU tampil sebagai juara dan Arsenal di posisi kedua.

Posisi MU dan Arsenal di puncak klasemen telah menjadi begitu kukuh sehingga akan selalu seperti itu. Namun, sebenarnya itu adalah fenomena yang relatif baru, dan pada akhirnya hanya berumur pendek.

Hanya enam musim di mana MU dan Arsenal menempati dua posisi teratas di Liga Inggris. Itu terjadi pada musim 1947/48, 1997/98, 1998/99, 1999/00, 2000/01, dan 2002/03.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini