Jelang Muktamar Pengurus Teras PPP Datangi Syarikat Islam

Ezra Sihite, Dinia Adrianjara
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sejumlah pengurus DPP PPP mengunjungi Kantor DPP Syarikat Islam (SI) di Jalan Proklamasi Jakarta Pusat, Senin sore. Dalam pertemuan ini, rombongan PPP yang dipimpin Wakil Ketua Umum DPP PPP Fernita Darwis menyebutkan bahwa kunjungan ini merupakan upaya untuk meminta masukan dari SI sebagai salah satu organisasi fusi yang ikut mendirikan PPP pada tahun 1973 silam.

“Kami meminta masukan dari SI sebagai salah satu pendiri PPP pada 1973. Masukan itu akan kami bawa dalam Muktamar IX PPP yang akan digelar pada Desember mendatang di Makassar,” kata Fernita di kantor SI pada Senin, 2 November 2020.

Fernita yakin, SI mempunyai perhatian yang besar untuk eksistensi PPP di dunia politik. Para pengurus PPP sangat menghormati SI dan yakin masukan-masukan SI akan berguna untuk membesarkan PPP.

“Silaturahim ini semoga menjadi langkah awal untuk bisa membesarkan PPP. Dan tentunya apa yang dikomunikasikan di forum ini, akan dibawa ke Muktamar IX sebagai rekomendasi. Kami yakin jika SI berkontribusi untuk membesarkan PPP maka partai ini akan semakin besar,” ungkap Fernita.

Fernita lanjut mengatakan bahwa SI pasti masih memiliki perhatian bagi dunia politik di Indonesia. Dalam kesempatan ini, dia hadir di kantor SI didampingi sejumlah pengurus inti Partai Kabah tersebut.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) SI Hamdan Zoelva menyebut bahwa sebenarnya SI saat ini menjaga jarak yang sama dengan semua partai politik. Namun kata dia, mengingat dalam sejarahnya PPP adalah bak anak kandung SI, maka SI memberikan jarak yang istimewa terhadap PPP dibandingkan partai lainnya.

SI sejak dalam kepemimpinan Hamdan sejak 2014 sebelumnya menyatakan akan kembali kepada khittah awalnya sebagai organisasi yang menghidupkan dagang dan wirausaha di kalangan umat Islam.

“Sebagai ibu kandung, SI tidak akan pernah lupa dengan anak kandung, yaitu PPP, karena SI yang melahirkan PPP. SI ikut prihatin dengan kondisi PPP yang suaranya menurun. Kita semua tidak rela jika PPP mati. Bagaimana pun PPP ini merupakan partai umat,” ujar Hamdan yang merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). (ren)