Jelang Natal-Tahun Baru, stok bahan pokok di Papua Barat dipantau

M. Hari Atmoko

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melakukan pemantauan stok dan harga barang kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru di Kota Sorong, Papua Barat.

Rombongan Kemendag dipimpin Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Menteri Perdagangan Sutriono Edi didampingi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat Melkias Werinussa, Kepala Dinas Perdagangan Kota Sorong Safura Oeli, dan Kepala Cabang Bulog Kota Sorong Ramadin Rudin di Sorong, Rabu, mengunjungi pasar tradisional, ritel modern, gudang distributor, dan gudang Bulog guna memastikan stok dan harga kebutuhan pokok di daerah itu aman.

Sutriono Edi mengatakan secara umum harga kebutuhan pokok, seperti beras, gula, dan minyak goreng di pasar rakyat Sentral Remu dan Boswesen Kota Sorong relatif stabil dibandingkan dengan sebulan sebelumnya.

"Bahkan cenderung turun untuk komoditas cabai merah keriting, cabai merah besar, dan cabai rawit merah di Kota Sorong," ujarnya.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga hanya telur ayam ras dan bawang merah, namun kenaikannya masih relatif kecil, yaitu 3-5 persen.

"Sementara untuk pasokannya tidak ada kendala berarti dari sisi ketersediaan dan pendistribusian di Kota Sorong,” katanya.

Baca juga: Presiden Jokowi blusukan ke pasar dan Pelabuhan Sorong

Hasil pantauan di pasar rakyat Sorong, beras medium dijual Rp10.000/kg, beras premium Rp11.000-13.000/kg, gula pasir Rp13.000/kg, minyak goreng Rp12.000/liter, daging ayam Rp34.000-35.000/kg, telur ayam Rp29.000-30.000/kg, daging sapi paha belakang Rp120.000/kg, cabai keriting Rp30.000-35.000/kg, cabai merah besar Rp45.000-50.000/kg, cabai rawit Rp45.000-50.000/kg, bawang merah Rp35.000-40.000/kg, serta bawang putih Rp30.000-35.000/kg.

Ia menjelaskan bahwa gudang distributor Kota Sorong sudah mengantisipasi kenaikan permintaan warga setempat menjelang Natal dan Tahun Baru sekitar 20 persen dari pasokan hari biasa.

Hal itu, katanya, untuk mengantisipasi keterlambatan kedatangan kapal barang yang mengangkut bahan pokok ke pelabuhan setempat menjelang Natal dan Tahun Baru sehingga tidak terjadi kelangkaan di pasar.

Gudang Bulog Cabang Sorong tercatat memiliki beras 4.800 ton. Jumlah itu cukup untuk kebutuhan tiga bulan ke depan. Di gudang Bulog juga tersedia gula 287 ton dan minyak goreng 12 ton.

“Bulog Cabang Sorong sudah mengantisipasi potensi kenaikan permintaan saat Natal dan Tahun Baru dengan menambah pasokan bapok (bahan pokok) untuk komoditas beras dan gula. Saat ini, pasokan sudah dalam perjalanan dan diperkirakan sampai di Kota Sorong sebelum Natal sehingga dapat memenuhi kebutuhan sampai Maret 2020,” kata Edi.

Baca juga: Jelang Natal dan tahun baru, Kemendag tinjau pasar di Medan
Baca juga: Harga Sembako Naik Jelang Natal Dan Tahun Baru