Jelang Nataru 2022, AirNav Indonesia Bersiap Hadapi Peningkatan Trafik Pesawat

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Momen libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru 2022) diprediksi bakal jadi salah satu yang dimanfaatkan banyak pihak. Baik yang digunakan untuk berlibur ke kampung halaman, atau pun melakukan wisata ke tempat-tempat ikonik.

Dengan demikian, hal ini juga mendorong tingkat pergerakan transportasi, termasuk penerbangan. Maka, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia turut mempersiapkan peningkatan trafik pesawat yang bakal terjadi.

Junior Manager Humas AirNav Indonesia, Syafiandry mengatakan, kondisi pandemi masih menjadi salah satu perhatian. Artinya, kesehatan dan keselamatan sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di tower-tower AirNav Indonesia pun perlu jadi perhatian. Di samping tugas utama sebagai penyedia layanan navigasi udara.

“AirNav menangan Covid-19 dengan pendekatan yang bijaksana dan terstruktur, kami melakukan yang terbaik untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan karyawan kami dan keluarganya,” kata dia saat melakukan kunjungan ke tower AirNav unit Toraja, dikutip Senin (15/11/2021).

Bandara Toraja, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Bandara Toraja, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Sementara mengenai peningkatan trafik, bandara Tana Toraja yang pada Maret 2021 lalu diresmikan Presiden Joko Widodo juga diprediksi mengalami peningkatan trafik. Sebagai daerah yang memiliki wisata ikonik, Toraja kerap jadi pilihan tujuan pariwisata baik domestik maupun mancanegara.

Aeronautical Communication Officer (ACO) AirNav Indonesia Unit Tana Toraja, Abbas mengatakan, biasanya menjelang akhir tahun, ada peningkatan trafik yang terjadi.

“Ada (target) peningkatan (pergerakan) di Nataru, peningkatan bisa jadi 2 kali penerbangan dalam satu hari, tergantung juga dengan aturan pemerintah, waktu 2020 trafik bagus,” kata dia.

Diketahui, saat ini penerbangan di bandara Tana Toraja baru ada satu kali penerbangan dalam satu hari dengan tiga maskapai yang beroperasi. Diantaranya Wings Air, Citilink, dan Susi Air sebagai penerbangan perintis.

“Susi Air satu minggu itu kalau normal bisa tiga kali seminggu,” katanya.

Sementara, terkait kesiapan timnya di bandara Tana Toraja, ia didampingi dengan empat ACO lainnya. Diantaranya ada dua orang dari ACO Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), satu orang dari ACO Masamba, dan satu dari ACO Bone. Kemudian, ia juga dibantu oleh dua tenaga Aviation Security.

“Persiapan dari segi SDM, tidak ada penambahan personil, tetap di handle satu orang, tak ada penambahan dan menyesuaikan dengan trafik,’ kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Trafik 2021

Petugas ATC AirNav Indonesia memantau penerbangan melalui radar (dok: Ilyas)
Petugas ATC AirNav Indonesia memantau penerbangan melalui radar (dok: Ilyas)

Lebih lanjut, Abbas menuturkan, trafik pesawat di di bandara Tana Toraja mengalami penurunan dari sepanjang tahun 2021, mulai dari Januari hingga Oktober. Namun, ia mencatat, pergerakan pesawat di bandara ini kembali mengalami peningkatan pada Oktober 2021.

Pada Januari 2021, tercatat sebanyak 72 movement, Februari 58 movement, Maret meningkat ke 85 movement, April turun ke 62 movement, Mei 46 Movement, Juni 34 Movement, Juli 41 Movement.

“Turun drastis di Agustus 2021, dengan hanya 13 movement dan September dengan 12 movement, ini imbas dari pengetatan perjalanan yang dilakukan, tapi sudah ada peningkatan di bulan Oktober yang tercatat sebanyak 44 movement,” kata dia.

Abbas menuturkan, dalam navigasi penerbangan, saat ini bandara Tana Toraja masih menggunakan teknologi Aerodrome Flight Information Service (AFIS) dengan dilengkapi fasilitas penunjang berupa dua unit VHF A/G PORTABLE FUNKE dengan status main dan standby.

Lalu, dua buah komputer (PC AWOS dan admin), lalu dua recorder, dan tiga handy talky untuk digunakan oleh Avsec, Ground Handling, Unit listrik bandara, lalu, Unit PKP-PK, dan BMKG Toraja.

“Di Bandara Toraja, Ibaratkan mengemudi mobil, itu bisa menggunakan penglihatan sendiri, begitu juga dengan AFIS (di bandara Toraja) bantu dengan informasi rute penerbangan, informasi cuaca dan lain-lain kepada pilot untuk menentukan melanjutkan landing atau terbang,” katanya.

Sementara itu, Syafiandry mengatakan, pihaknya terus akan mendorong upaya dan langkah-langkah pemerintah untuk memberikan konektivitas di wilayah-wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“Ya, kami terus berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah, melalui bidang kami di navigasi penerbangan, kami dukung terus upaya pengoperasian di berbagai daerah 3T,” tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel