Jelang Nataru, Pemerintah Susun Aturan Pergerakan Orang hingga Tempat Ibadah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyiapkan upaya antisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 saat periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satunya, dengan memperbaharui aturan-aturan mengenai pergerakan masyarakat hingga di tempat ibadah.

"Periode nataru akan diantisipasi oleh seluruh kementerian dan lembaga terkait dengan mengupdate aturan-aturan yang diperlukan untuk mencegah penularan Covid-19 dan penyebarannya dimana," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam konferensi pers virtual, Senin (1/11/2021).

"Aturan tersebut adalah mengenai pergerakan orang, lokasi wisata, pertokoan, tempat peribadatan dan lain-lainnya," sambungnya.

Disisi lain, kata dia, pemerintah juga akan memperkuat vaksinasi Covid-19, penerapan protokol kesehatan, serta 3T (testing, tracing, dan treatment). Untuk vaksinasi, pemerintah menargetkan 80,9 persen penduduk Indonesia sudah divaksin dosis pertama pada akhir tahun.

"Target vaksinasi Desember 2021 adalah 291,6 juta dimana 80,9 persen untuk dosis 1 dan 59,1 persen untuk dosis kedua," ujarnya.

Muhadjir mengatakan pemerintah akan memfokuskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat kategori lanjut usia (lansia). Sementara, vaksinasi terhadap anak-anak dilaksnakan setelah mendapat izin.

"Vaksinasi terhadap anak-anak akan dilaksanakan setelah ada izin dan diterapakan pada tahap awal di daerah yang sudah tinggi vaksinasi terhadap lansia," jelas Muhadjir.

Antisipasi Gelombang Ketiga

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan kepala daerah untuk mengelola dan mengatur libur Natal serta tahun baru (Nataru) dengan baik. Pasalnya, libur Nataru berpotensi menimbulkan peningkatan kerumunan dan mobilitas masyarakat seperti mudik.

Hal ini tak terlepas dari pengalaman saat libur Nataru tahun lalu yang menyebabkan peningkatan penyebaran Covid-19 yang tidak sedikit. Jokowi pun meminta agar kepala daerah mencegah kerumunan saat periode libur Natal dan tahun baru.

Dia menyampaikan dari hasil survei, setidaknya ada 19,9 juta masyarakat yang berniat mudik pada momen libur Natal dan tahun baru. Untuk itu, Jokowi meminta kepala daerah mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat.

"Inilah yang harus kita antisipasi, semua provinsi, semua kabupaten dan kota harus mengingatkan warganya agar Natal dan tahun baru ini lebih baik tidak bepergian ke mana-mana," ucap Jokowi saat memberikan memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka Jakarta, Senin, 25 Oktober 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel