Jelang Nataru, Sopir Bus Antarkota dan Provinsi Wajib Tes Kesehatan

Daurina Lestari, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Terminal Kalideres Jakarta mengadakan cek kesehatan secara wajib untuk para sopir bus antarkota, antarprovinsi untuk angkutan libur Natal 2020.

Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnain, menegaskan pemeriksaan kesehatan tersebut berupa tes cepat antibodi dan tes cepat antigen COVID-19, kemudian tes urine.

"Sopir di sini sifatnya wajib mengikuti tes cepat COVID-19 dan tes cepat antigen," ujar Revi saat dikonfirmasi, Rabu 23 Desember 2020

Revi menambahkan, pengemudi juga wajib mengikuti tes urine dan pengecekan gula darah, serta tensi darah sebelum berkendara. Hal tersebut dilakukan agar para supir dipastikan dalam kondisi kesehatan yang prima saat mengantar para penumpang ke berbagai provinsi.

“Sementara kendaraan bus harus melalui uji kelaikan jalan atau ramp check sebelum mengangkut penumpang.” ujar Revi.

Baca juga: Utang Pemerintah per November 2020 Tembus Rp5.910 Triliun

Tes kesehatan tersebut merupakan kerja sama Terminal Kalideres, dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta.

Penumpang Terminal Kalideres juga diwajibkan minimal membawa hasil tes cepat antibodi atau tes cepat antigen sebelum berangkat.

“Terutama untuk keberangkatan tujuan Bali dan DIY, disarankan membawa surat hasil tes antigen” ujarnya.

Di sisi lain Revi menjelaskan untuk penumpang dengan destinasi lainnya di Pulau Jawa, diwajibkan menggunakan tes cepat antibodi, sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan nomor 20 tahun 2020.

Dalam hal ini bila para penumpang yang tidak sempat melakukan tes cepat anti bodi, Terminal Kalideres telah menyiapkan klinik umum di pos keberangkatan untuk melakukan tes cepat antibodi dan tes cepat antigen dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk tes cepat antibodi seharga Rp85.000 dan tes cepat antigen seharga Rp150.000.

''Sehingga masyarakat yang akan ke terminal bisa menggunakannya, ini untuk memudahkan penumpang dan pengemudi yang karena kesibukannya, tidak sempat memeriksakan kesehatannya,'' ujar Revi.

Revi menjelaskan pihaknya akan melakukan tes urine per harinya kepada sebanyak 200 pengemudi. "Kalau per hari busnya itu kira-kira ada 100, satu bus rata-rata dua sopir, berarti 200 pengemudi (jalani tes) per hari," ujarnya.

Adapun, total pengemudi bus di Terminal Bus Kalideres, diungkap Ravi, mencapai lebih dari 2.000 orang dengan total jumlah armada kurang lebih 1.087 bus. (ren)