Jelang Olimpiade Tokyo 2020: Tim Bulutangkis Indonesia Tinggalkan Kumamoto, Bertolak ke Tokyo

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Tokyo - Tim bulutangkis Indonesia meninggalkan Prefektur Kumamoto, Senin (19/7/2021), untuk bertolak ke Tokyo menatap ajang prestisius Olimpiade Tokyo 2020. Tujuh wakil di lima sektor yang menjalani pemusatan latihan di Kumamoto selama 10 hari, kini siap bertarung.

Mereka adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran).

Mereka akan didampingi lima pelatih selama berada di Tokyo atau lebih tepatnya di Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo 2020. Pembatasan kuota akreditasi karena pengaruh pandemi virus Covid-19 membuat tim bulutangkis Indonesia tidak mengirimkan tim pendukung selama Olimpiade digelar. Tim pendukung akan disokong NOC (National Olympic Committee) Indonesia.

"Jadi dari 25 orang yang ikut ke Kumamoto, hanya lima pelatih dan sebelas atlet yang bisa tinggal di Perkampungan Atlet," kata Manajer Tim, Eddy Prayitno, melalui rilis yang diterima dari PBSI.

"Sementara yang lain akan pulang ke Jakarta dalam dua kloter. Kloter pertama hari Senin (19/7/2021) ini yang terdiri dari dokter, fisioterapis, masseur, dan atlet sparring atas nama Shesar (Hiren Rhustavito) dan Zachariah (Josiahno Sumanti). Kloter kedua pulang pada 24 Juli yaitu Pak Iwan (Hermawan) dan atlet sparring Fajar (Alfian)/Rian (Ardianto). Untuk saya sendiri masih menunggu arahan dari NOC," lanjut Eddy.

Iwan dan Fajar/Rian akan menempati hotel di luar Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo 2020 dan akan membantu latihan tim dalam persiapan terakhir sebelum pertandingan cabang bulutangkis dimulai pada 24 Juli.

Puas Kinerja Pemain

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky (Kiri). (Dokumentasi PBSI)
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky (Kiri). (Dokumentasi PBSI)

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Rionny Mainaky, mengatakan puas dengan kinerja anak asuhnya selama pemusatan latihan di Kumamoto. Ini menjadi bekal yang baik untuk tampil maksimal di pesta olahraga paling akbar.

"Ya selama 10 hari ini mereka bisa latihan dengan semangat, latihan dengan cukup baik, dan tidak ada yang cedera. Dan yang paling penting mereka sehat semua. Terima kasih kepada semua pihak di Kumamoto yang memberikan pelayanan terbaik, sehingga kesempatan ini bisa dimanfaatkan anak-anak untuk latihan dengan lebih sungguh-sungguh," ungkap Rionny.

"Semoga hasil latihan di Kumamoto ini bisa menjadi bekal bagi tim Indonesia untuk memberikan yang terbaik," sambung Rionny.

Senada dengan Rionny, Hendry Saputra Ho, sang pelatih tunggal putra, juga menyampaikan kesannya selama berlatih di Kumamoto.

"Saya berterima kasih untuk Kumamoto yang sudah memfasilitasi kami berlatih selama 10 hari. Sarananya semua sangat bagus. Dari lapangan, tempat gym, dan juga penyediaan makanannya," kata Hendry.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel