Jelang Pembukaan, Olimpiade 2020 Hadapi Banyak Masalah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tokyo- Jelang pembukaan Olimpiade Tokyo 2021, penyelenggara harus menghadapi beberapa masalah yang muncul. Dari mulai masalah infeksi Covid-19, skandal rasisme, dugaan pemerkosaan, dan atlet yang hilang.

Hanya dalam hitungan hari, Olimpiade 2020 akan mengadakan upacara pembukaan pada 23 juli 2021 di National Stadium, penyelenggara menyebut gelaran tahun ini adalah tahun yang paling sulit diselenggarakan.

Masalah mulai datang semenjak kemunduran akibat pandemi, isu korupsi, seksisme, hingga cuaca banyak diperdebatkan. Sejak tanggal 1 juli, sudah ada 58 orang terkonfirmasi positif termasuk peserta dan orang yang terlibat dalam olimpiade.

Mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 antara lain para atlet, ofisial, awak media, kontraktor, dan orang-orang yang terlibat dalam olimpiade. Tercatat, 56.000 orang memasuki jepang saat diadakannya Olimpiade Tokto 2021.

Kekhawatiran Warga

Tampak warga Jepang bentangkan spanduk menolak gelaran Olimpiade Tokyo 2020. (Philip FONG / AFP)
Tampak warga Jepang bentangkan spanduk menolak gelaran Olimpiade Tokyo 2020. (Philip FONG / AFP)

Thomas Bach, presiden IOC, menyatakan pekan lalu bahwa ada kemungkinan "nol" bahwa atlet yang berkunjung akan menularkan infeksi ke populasi umum Jepang. Pernyataan tersebut sontak dikritik karena terlalu percaya diri dalam menghadapi wabah yang melonjak.

Banyaknya nama besar yang memtusukan mundur dari gelaran ini dan banyaknya jumlah peserta yang dikarantina, memunculkan kekhawatiran baru masyarakat serta meragukan untuk melanjutkan Olimpiade Tokyo 2021.

Masalah di Olimpiade Tokyo 2021

Penjaga mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus corona berdiri di lokasi pembangunan desa atlet yang akan digunakan selama Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 di Tokyo (31/5/2021). Jepang mengkonfirmasi lebih dari 260 kasus virus corona baru pada hari Senin. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Penjaga mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus corona berdiri di lokasi pembangunan desa atlet yang akan digunakan selama Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 di Tokyo (31/5/2021). Jepang mengkonfirmasi lebih dari 260 kasus virus corona baru pada hari Senin. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Gelombang penolakan semakin tinggi, ditambah dengan pengunjung asing yang dikabarkan melanggar aturan setempat, seperti beberapa orang yang meminum minuman beralkohol di luar area yang ditentukan.

Staf Olimpiade asal Uzbekistan ditangkap atas tuduhan serangan seksual, dan empat kontraktor asal Inggris dan Amerika Serikat yang bekerja sebagai teknisi listrik untuk pertandingan di olimpiade ditangkap atas tuduhan narkoba.

Seiko Hashimoto, presiden panitia penyelenggara Tokyo 2020, mengatakan pada konferensi pers akhir pekan lalu bahwa penyelenggara akan memperkuat langkah-langkah untuk mengantisipasi klaster Covid lain.

Pemerintah telah mengatur pengamanan Olimpiade Tokyo 2021 dengan sangat serius. Semua acara tidak akan bisa dihadiri penonton dan aktifitas di kampung atlet terus diawasi oleh penyelenggara dengan ketat.

Sumber: Financial Times

Penulis: Ali Muhammad

Saksikan Video Olimpiade Tokyo 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel