Jelang Penialaian Unesco, Ijen Geopark Butuh Banyak Rambu Penunjuk Jalan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Badan Geologi Kementerian ESDM mendatangi situs Ijen Geopark di Kabupaten Bondowoso untuk memastikan kesiapan situs tersebut sebelum tim dari Unesco Global Geopark (UGG) melakukan penilaian.

Kabid Pariwisata, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso, Arif Setyo Raharjo mengatakan, kunjungan tersebut berlangsung selama dua hari. Yakni 27-28 April 2021 kemarin, didampingi tim dari Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, kunjungan itu dalam rangka melakukan pengecekan serta evaluasi sebelum assessment bulan Juli mendatang dari tim UNESCO.

Ada beberapa evaluasi dan masukan, seperti penambahan rambu-rambu menuju situs Ijen Geopark. "Penanda arah yang memang masih dibutuhkan," paparnya, Jumat (30/4/2021) seperti dikutip dari TimesIndonesia.

Selain itu kata dia, juga ada masukan terkait perbaikan akses jalan dari situs Kalipait menuju kompleks mata air panas Blawan dan harus segera diperbaiki.

“Komitmen Pemkab Bondowoso pun sangat kuat guna menyukseskan Ijen Geopark ini,” jelas Arief.

Pengecekan dari Kementerian dan tim dari Jatim kata dia, sangat diperlukan. Terlebih lagi memberikan masukan terkait geosite, biosite, culture site, pemberdayaan ekonomi masyarakat, konservasi alam dan edukasi.

Keliling Situs

Menurutnya, Tim Badan Geologi Kementerian ESDM didampingi tim Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso mengelilingi beberapa lokasi Ijen Geopark.

Situs yang dikunjungi diantaranya situs Paltuding Ijen, Kalipait, Kawah Wurung, Aliran Lava Plalangan, Kompleks Mata Air Panas Blawan, Puncak Dinding Kaldera Ijen Megasari, dan Kebun Kopi Kluncing

Kunjungan ini kata dia, bisa juga disebut perjalanan geotrail situs-situs Ijen Geopark wilayah Bondowoso. "Alhamdulilah mereka mengapresiasi dan cukup puas dengan progress yang ada,” akunya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: